unique visitors counter
⌂ Beranda News Karhutla Gunung Bromo Meluas hingga 550 Hektare, Warga Diminta Waspadai Dampak Asap bagi Kesehatan

Karhutla Gunung Bromo Meluas hingga 550 Hektare, Warga Diminta Waspadai Dampak Asap bagi Kesehatan

Karhutla Gunung Bromo Meluas hingga 550 Hektare, Warga Diminta Waspadai Dampak Asap bagi Kesehatan
Ilustrasi: Karhutla Gunung Bromo Meluas hingga 550 Hektare, Warga Diminta Waspadai Dampak Asap bagi Kesehatan
A A Ukuran Teks16px

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, masih menjadi perhatian serius.

Hingga Senin (10/8) pukul 06.00 WIB, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 550 hektare.

>>> Kejagung Periksa Pegawai BI dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Angka tersebut masih bersifat sementara karena tim di lapangan masih melakukan pendataan ulang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan luas area yang terbakar masih berpotensi berubah seiring proses verifikasi.

"Luas area terbakar kurang lebih 550 hektare. Data berkembang dalam proses pendataan ulang," ujar Satriyo dalam laporan resminya.

Api menghanguskan berbagai jenis vegetasi, mulai dari cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar. Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Meski demikian, kondisi di lapangan masih membutuhkan perhatian serius. Titik api yang sebelumnya berada di kawasan P30 dilaporkan mulai merembet mendekati permukiman warga.

Tim gabungan dari berbagai instansi terus melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke area yang lebih berisiko.

>>> Kemenkeu: Pembiayaan Swasta Kunci Penuhi 91% Investasi 2027

Asap Karhutla Menjadi Ancaman Baru bagi Masyarakat

Di balik upaya memadamkan api, ada persoalan lain yang tak kalah penting, yakni kualitas udara.

Saat kebakaran meluas, asap yang dihasilkan membawa berbagai polutan berbahaya, termasuk partikel halus PM2.5 yang dapat masuk hingga ke bagian terdalam paru-paru.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asap kebakaran hutan mengandung campuran gas dan partikel berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa paparan asap karhutla dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, hingga penderita penyakit paru-paru dan jantung menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami dampak serius ketika kualitas udara memburuk.

Kenali Gejala Setelah Terpapar Asap Karhutla

Paparan asap kebakaran hutan tidak selalu langsung menimbulkan keluhan berat. Namun, beberapa gejala awal perlu diwaspadai agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

>>> Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88 Persen, Mendagri Tito: Masih Ideal

Beberapa tanda yang umum muncul antara lain mata terasa perih, merah, dan berair.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot