Kolombia menetapkan status darurat pada Senin (11/8) setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah barat negara itu.
Bencana ini menewaskan sedikitnya 111 orang dan meratakan puluhan bangunan.
>>> Persija Masih Buka Peluang Tambah Pemain, Shin Tae-yong Fokus Cari Sosok Tepat
Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, yang baru dilantik tiga hari lalu, melaporkan 111 korban tewas, 87 orang luka-luka, dan lebih dari 1.000 bangunan rusak.
Ia menyatakan pemerintah mengerahkan seluruh kapasitas untuk melindungi warga dan menyalurkan bantuan.
Gempa terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat (12.34 GMT) dengan episentrum di wilayah pesisir Choco, pada kedalaman 100 kilometer.
Otoritas setempat melaporkan 12 kematian di wilayah miskin tersebut.
Kota Terdampak Parah
Kota Pereira menjadi salah satu wilayah terparah. Otoritas setempat mengumumkan sedikitnya 40 orang tewas di region Risaralda, ibu kota provinsi tersebut.
Di kota Manizales, gempa meruntuhkan menara katedral yang menjadi ikon kota. Seorang pekerja administrasi, Jaime Zuluaga (50), mengatakan banyak bangunan rusak dan lalu lintas lumpuh.
Warga enggan kembali ke rumah karena takut gempa susulan.
Di Cali, kota terbesar ketiga di Kolombia, sedikitnya 20 bangunan runtuh dan menjebak warga di bawah puing-puing. Wali Kota Alejandro Eder mengonfirmasi hal tersebut.
>>> Pramono Anung Targetkan Persija Juara Liga Bersama Shin Tae-yong, Jadi Kado 500 Tahun Jakarta
Gubernur Choco memperingatkan kerusakan serius di ibu kota provinsi Quibdo. Video memperlihatkan banyak bangunan hancur.
Pemimpin komunitas setempat, Luis Gregorio Moreno, mengatakan warga sangat terpukul dan banyak yang hilang.
Dampak Regional dan Bantuan Internasional
Getaran gempa juga dirasakan di Ekuador, Panama, dan Venezuela. Di ibu kota Bogota, warga yang masih mengenakan piyama berhamburan ke jalan.
Kerusakan di ibu kota tercatat minimal.
Enam bandara kecil di barat Kolombia menangguhkan operasi. Federasi sepak bola juga menunda pertandingan yang dijadwalkan.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan Washington siap mendukung Kolombia.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan UE telah mengerahkan layanan satelit Copernicus untuk membantu operasi penyelamatan.
Israel, Meksiko, Ekuador, dan Perancis juga menawarkan bantuan.
>>> Pria yang Dituduh Mengatur Pembunuhan Tupac Shakur 1996 Diadili
Bencana ini menambah daftar panjang bencana di Amerika Latin. Sebelumnya, dua gempa dahsyat melanda Venezuela pada Juni lalu, menewaskan lebih dari 6.000 orang.
