unique visitors counter
⌂ Beranda News Stok Beras NTT Dilipatgandakan, Bantuan Rp100 Miliar Disalurkan
News

Stok Beras NTT Dilipatgandakan, Bantuan Rp100 Miliar Disalurkan

Stok Beras NTT Dilipatgandakan, Bantuan Rp100 Miliar Disalurkan
Stok Beras NTT Dilipatgandakan, Bantuan Rp100 Miliar Disalurkan
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah meningkatkan pasokan beras di Nusa Tenggara Timur hingga lima kali lipat untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat terdampak gempa bumi.

Langkah darurat ini diambil agar ketersediaan bahan pangan utama tetap lancar di wilayah bencana.

>>> Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen Berlaku Hingga 25 Agustus 2026, Ini Cara Klaimnya

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan cadangan beras nasional saat ini aman, mencapai 5,2 juta ton.

Penguatan distribusi ke daerah bencana dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kelangkaan pangan selama masa tanggap darurat.

"Ini kalau dihitung ada lima kali lipat ya. Ada lima kali lipat.

Aman, aman. Stok kita 5,2 juta ton.

Aman, insyaallah aman," kata Andi Amran Sulaiman.

Pemerintah juga memprioritaskan percepatan pengiriman bantuan pangan tanpa menunggu prosedur administrasi selesai. Pengiriman beras langsung diinstruksikan kepada Perum Bulog segera setelah bencana terjadi pada hari libur.

"Justru, hari bencana hari apa? Hari Sabtu, hari libur kan?

Hari Sabtu langsung kami ambil keputusan. Yang butuh beras, Bulog...

kami telepon Dirut Bulog. Yang butuh beras, diberi.

Nanti tanda tangannya menyusul," jelasnya.

>>> Panduan Lengkap Membuat Akun SSCASN untuk Sekolah Kedinasan 2026

Proses penandatanganan dokumen dan kelengkapan administrasi diselesaikan kemudian hari agar penyaluran bahan pokok kepada korban tidak tertunda. "Malam baru saya tanda tangan.

Karena ini kemanusiaan, nggak boleh ditunda. Makan itu nggak boleh ditunda.

Jadi administrasinya menyusul. Tapi kami sudah tanda tangan semua," ujarnya.

Selain memperkuat cadangan beras lokal, Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional menyalurkan bantuan penanganan bencana senilai kurang lebih Rp100 miliar untuk masyarakat NTT.

"Bantuan kami sudah kirim sampai dengan hari ini kurang lebih 100 miliar. Bersama Kepala Bapanas.

Ada beras. Baru beras ya, Pak Sestama, ya?

Baru beras. Kemungkinan nanti minyak goreng, tapi kami turun ke lapangan langsung," kata Andi Amran Sulaiman.

Seluruh dana bantuan bencana tersebut dipastikan bersumber dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dikelola Bapanas, bukan dari penggalangan donasi masyarakat.

"Nggak, itu dari APBN. Itu dari anggaran untuk bencana.

>>> 25 Agustus 2026 Tanggal Merah Terakhir Sebelum Natal, Peringatan Maulid Nabi

Itu kan di Bapanas," tegasnya.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot