Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.
Asap tebal dari titik api membuat jarak pandang warga di beberapa kawasan menyusut drastis hingga hanya sekitar 1–2 meter.
>>> Mantan Eksekutif Meta: Zuckerberg Utamakan Pertumbuhan daripada Keselamatan Anak
Kondisi ini tidak hanya mengganggu perjalanan, tetapi juga mulai berdampak pada aktivitas harian masyarakat.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan jalan-jalan tertutup kabut asap, membuat lingkungan sekitar sulit terlihat jelas.
Fenomena tersebut terjadi di tengah pengaruh El Nino kuat yang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran lahan.
Kualitas Udara Banjarbaru Masuk Kategori Berbahaya
Data BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Rabu (19/8/2026) pukul 07.00 WITA menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut masuk kategori berbahaya.
Tingginya partikel halus PM2.5 menjadi perhatian karena udara tercemar dapat mengganggu kenyamanan warga dan memperburuk kondisi lingkungan saat asap semakin tebal.
>>> AS Disebut Akan Setengahkan Tarif Baja dan Aluminium Kanada dalam Kesepakatan Dagang
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut mencatat indeks kualitas udara (AQI) di Palangka Raya mencapai 154 pada 18 Agustus 2026.
Angka tersebut berada dalam kategori tidak sehat.
Kondisi udara seperti ini membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Warga
Sejumlah wilayah terdampak kepulan asap dengan jarak pandang sangat terbatas.
Kawasan Sungai Tabuk, Banjarmasin, Banjarbaru di Kalimantan Selatan hingga Palangka Raya di Kalimantan Tengah menjadi lokasi yang terlihat dalam video yang beredar.
Dalam kondisi tertentu, jalan yang biasanya mudah terlihat berubah samar karena tertutup asap.
>>> Profil Fadhil, Kepala Inspektorat Banda Aceh yang Jadi Tersangka Kasus Jinayat
“Jarak pandang tinggal beberapa meter,” demikian gambaran warga dalam sejumlah unggahan yang memperlihatkan kondisi tersebut, ujar @faf*** dikutip Rabu, 19 Agustus 2026.

