unique visitors counter
⌂ Beranda News Banjir Bandang Nepal: Bukti Baru Risiko Gletser di Himalaya yang Memanas
News

Banjir Bandang Nepal: Bukti Baru Risiko Gletser di Himalaya yang Memanas

Banjir Bandang Nepal: Bukti Baru Risiko Gletser di Himalaya yang Memanas
Banjir Bandang Nepal: Bukti Baru Risiko Gletser di Himalaya yang Memanas
A A Ukuran Teks16px

Banjir bandang dahsyat yang melanda Nepal pada Rabu lalu diduga kuat dipicu oleh pecahnya sebagian besar gletser yang kemudian menyumbat aliran sungai.

Menurut investigasi awal para ilmuwan, air yang tertahan kemudian meluap ke hilir dengan kekuatan luar biasa beberapa jam kemudian.

>>> PPKD Jakarta Pusat Jalin MoU dengan BUMD dan Swasta untuk Serap Lulusan

Bencana ini menewaskan sedikitnya 353 orang dan meninggalkan lebih dari 1.300 orang hilang, termasuk warga asing dan peziarah.

Survei Geologi AS (USGS) melaporkan adanya longsoran gletser berkekuatan magnitudo 5,2 yang mengirim puing-puing ke hilir dengan dampak katastropik bagi masyarakat.

Penilaian itu didasarkan pada data stasiun seismik terdekat, gelombang seismik periode panjang, dan citra satelit.

“Bagian bawah gletser benar-benar terlepas,” kata Jakob Steiner, ilmuwan geosains dari Universitas Graz, Austria, yang kini berbasis di Bangladesh.

“Jika Anda melihat citranya, seperti seseorang memotong dengan pisau besar di seluruh bagian bawah dan jatuh,” tambahnya.

Steiner mengatakan massa es gletser yang jatuh dari ketinggian bisa terasa seperti ledakan bom, yang menyebabkan kekacauan setelahnya.

Para ilmuwan menegaskan masih terlalu dini untuk menghubungkan langsung pemanasan global dengan bencana Rabu lalu.

Namun, mereka mengingatkan bahwa saat suhu Bumi naik akibat aktivitas manusia seperti pembakaran minyak, gas, dan batu bara, peluang bencana serupa meningkat, terutama di pegunungan Himalaya yang memanas jauh lebih cepat daripada banyak wilayah lain di dunia.

“Kami harus berhati-hati dan belum menarik kaitan langsung.

Namun, naiknya suhu mengubah kawasan Hindu Kush Himalaya dan mencairkan gletser,” kata Saswat Sanyal, spesialis pengurangan risiko bencana di International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD) yang berbasis di Kathmandu.

📰 Update Terbaru