unique visitors counter
⌂ Beranda News Presiden Iran Serukan Kembali ke Gencatan Senjata, Puji Dukungan Rusia
News

Presiden Iran Serukan Kembali ke Gencatan Senjata, Puji Dukungan Rusia

Presiden Iran Serukan Kembali ke Gencatan Senjata, Puji Dukungan Rusia
Presiden Iran Serukan Kembali ke Gencatan Senjata, Puji Dukungan Rusia
A A Ukuran Teks16px

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan untuk menanggapi setiap langkah Amerika Serikat dalam kembali ke kesepakatan Juni yang bertujuan mengakhiri perang.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgistan, Selasa.

>>> AS Serang Target Garda Revolusi Iran sebagai Balasan atas Ancaman Pelayaran

Ia memperingatkan bahwa kebijakan tekanan dan ancaman dari Washington dapat menggagalkan jalur diplomasi.

Pezeshkian juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas sikap Moskow dalam konflik tersebut.

Pertemuan di KTT SCO

Putin dan Pezeshkian mengadakan pembicaraan di sela-sela KTT SCO yang dihadiri lebih dari belasan pemimpin, termasuk Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Pertemuan itu terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghantam Iran dengan keras.

Menurut situs kepresidenan Iran, Pezeshkian mengatakan bahwa jika AS kembali ke kesepakatan yang bertujuan mengakhiri permusuhan selama berbulan-bulan, Iran akan segera mengambil tindakan timbal balik.

Kesepakatan itu runtuh karena kedua pihak saling menuduh melanggar ketentuannya.

Dalam pertemuan dengan Putin, Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas posisi Rusia di setiap tahap. Ia menegaskan bahwa hubungan kedua negara bersifat strategis, bukan hubungan biasa.

Pujian Putin atas Keberanian Iran

Putin mengatakan bahwa Rusia berusaha memberikan bantuan yang dibutuhkan Iran. Ia mengagumi keberanian dan ketahanan Iran dalam memperjuangkan kepentingan nasionalnya.

Meskipun situasi militer dan politik, Putin menegaskan bahwa momentum hubungan dagang dan ekonomi dengan Iran tetap terjaga.

Rusia dan Iran sama-sama berada di bawah sanksi internasional yang berat dan semakin bergantung satu sama lain.

AS pada Senin berjanji untuk melanjutkan kampanye tekanan yang bertujuan melumpuhkan ekonomi Iran.

📰 Update Terbaru