unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan CORTIS: Grup K-Pop yang Mendobrak Formula dengan Kebebasan Kreatif

CORTIS: Grup K-Pop yang Mendobrak Formula dengan Kebebasan Kreatif

CORTIS: Grup K-Pop yang Mendobrak Formula dengan Kebebasan Kreatif
Ilustrasi: CORTIS: Grup K-Pop yang Mendobrak Formula dengan Kebebasan Kreatif
A A Ukuran Teks16px

Kritikus musik Kim Do-heon mengatakan CORTIS mendefinisikan ulang arti menjadi idol kreatif dengan menunjukkan bahwa proses menciptakan bisa menjadi sumber kesenangan.

Dari Ambisi Kelaparan Menuju Kemudahan

Sebagian orang menafsirkan popularitas CORTIS sebagai hasil perubahan selera audiens. Selama puluhan tahun, K-Pop tumbuh subur dengan narasi perjuangan dari miskin menjadi kaya.

Anggota g. o.

d terkenal mencuri jagung dari ladang untuk makan saat masih trainee. BTS bersiap debut dengan tujuh anggota berbagi satu kamar mandi.

Kisah seperti itu menjadi alasan penonton mendukung grup.

Namun respons terhadap narasi itu mulai berubah. Titik balik simbolis terjadi saat debut Annie, cucu Ketua Shinsegae Group Lee Myung-hee, sebagai anggota Allday Project.

in2

Ini pertama kalinya anggota keluarga konglomerat debut di grup idol K-Pop. Ini menunjukkan bahwa jenis cerita lain juga bisa beresonansi.

Media sosial dipenuhi reaksi serupa. "Saya lebih mudah menonton CORTIS daripada selebritas yang debut dengan beban masa lalu," tulis seorang pengguna.

Yang lain berkomentar, "Menonton BTS bangkit dari nol melalui 'Blood Sweat & Tears' membuat saya terikat secara emosional. Dengan CORTIS, saya bisa menikmati tanpa beban itu."

Kritikus dan penulis Ahn Hee-je mengatakan perubahan ini mencerminkan pergeseran cara pandang terhadap kesuksesan. "Dulu mengatasi kesulitan adalah bagian penting dari daya tarik.

Kini banyak orang percaya keunggulan bawaan lebih penting daripada usaha keras."

Popularitas CORTIS tidak hanya mencerminkan perubahan dalam K-Pop, tetapi juga pergeseran yang lebih luas dalam apa yang dianggap menarik dan aspiratif dalam hidup.

Dari Kerja Keras Menuju Hak Istimewa?

Beberapa akademisi berpendapat bahwa popularitas "ketenangan tanpa usaha" di K-Pop juga mengungkap tren yang meresahkan.

Profesor riset Jin Soo-hyun dari Chung-Ang University mengatakan perubahan cita-cita industri mencerminkan perubahan sosial yang lebih luas.

>>> GPD BOX Mini PC Debut di Indiegogo, Usung Intel Core Ultra dan MCIO 8i

"Fakta bahwa kepercayaan diri tanpa usaha menjadi lebih diinginkan daripada kisah orang mengatasi kemiskinan melalui kerja keras mungkin menunjukkan bahwa K-Pop semakin berfungsi sebagai platform yang mereproduksi kelas sosial yang ada," kata Jin.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot