Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif pada perdagangan pagi ini, Selasa (21/7/2026).
Pada pembukaan, rupiah melemah 0,17% ke posisi Rp17.972/US$, seiring penguatan dolar AS yang indeksnya bertahan di level 100,97.
Namun tak lama berselang, rupiah berbalik arah dan menguat terbatas 0,05% menjadi Rp17.933/US$ pada pukul 09:05 WIB.
Penguatan rupiah terjadi seiring sedikit terpangkasnya harga minyak mentah, setelah sebelumnya melonjak tajam hingga US$90 per barel.
Pagi ini, minyak Brent turun 0,9% ke US$88,42 per barel.
Meski demikian, harga minyak yang masih tinggi dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat investor tetap berhati-hati.
Ancaman pemberontak Houthi untuk memblokade jalur ekspor utama melalui Laut Merah berpotensi mengganggu ekspor Arab Saudi.
Di pasar valuta asing Asia, pergerakan mata uang beragam. Ringgit Malaysia, yuan China, yuan offshore, dan dolar Singapura menguat terbatas.
Sementara dolar Taiwan, baht Thailand, won Korea Selatan, dan yen Jepang melemah.
Pasar kini menanti pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang dijadwalkan besok. Keputusan tersebut akan menjadi sentimen penting bagi pergerakan rupiah ke depan.