Pergerakan pasar Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan Selasa (21/7/2026) menunjukkan aksi beli, meski pelaku pasar masih selektif menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Berdasarkan data Bloomberg, yield hanya turun pada seluruh tenor pendek hingga menengah.
Yield SUN tenor 1 tahun turun 1,9 bps menjadi 7,03%, tenor 2 tahun turun 2,2 bps menjadi 7,1%, tenor 3 tahun turun 1,5 bps menjadi 7,15%, dan tenor 4 tahun turun paling tajam 3,9 bps menjadi 7,2%.
Pada tenor likuid 5 tahun, yield turun tipis 0,5 bps menjadi 7,24%.
Tenor 6 tahun turun 1,4 bps ke 7,24%, tenor 7 tahun turun 0,8 bps ke 7,24%, dan tenor 9 tahun turun 0,2 bps menjadi 7,28%.
Penguatan di pasar SUN sejalan dengan apresiasi rupiah siang ini. Rupiah tercatat stabil dengan penguatan 0,26% ke posisi Rp17.895/US$ pada pukul 12:10 WIB.
Sebaliknya, tenor panjang justru mengalami kenaikan yield.
Tenor acuan 10 tahun naik 1,1 bps menjadi 7,28%, tenor 11 tahun naik 2,6 bps menjadi 7,32%, tenor 12 tahun naik 2,7 bps menjadi 7,28%, dan tenor 18 tahun naik 2,3 bps menjadi 7,36%.