Nama pengirim email harus menggunakan nama asli tanpa angka atau julukan.
Struktur ini memudahkan HRD membaca inti lamaran dalam waktu kurang dari satu menit. Fokus utama adalah menunjukkan posisi yang dilamar, alasan singkat mengapa cocok, dan lampiran pendukung.
Hindari basa-basi berlebihan.
Gunakan font standar seperti Arial atau Calibri agar email rapi di semua perangkat. Hindari warna teks mencolok atau ukuran huruf tidak konsisten.
Kesan profesional muncul dari kesederhanaan.
>>> Luhut Usul Perluasan Uji Coba Digitalisasi Bansos ke 100 Daerah
Berikut susunan badan email yang disarankan: salam pembuka dengan nama penerima jika diketahui, kalimat pembuka berisi posisi yang dilamar dan sumber info lowongan, paragraf singkat kelebihan atau pengalaman relevan, penutup sopan dengan ucapan terima kasih, serta tanda tangan email berisi nama lengkap dan nomor kontak aktif.
Contoh Salam Pembuka dan Penutup
Salam pembuka yang tepat adalah “Yth. Bapak/Ibu HRD” atau langsung menyebut nama jika diketahui.
Kalimat penutup sebaiknya singkat, sopan, dan menegaskan kesediaan dihubungi.
Contoh penutup: “Demikian lamaran ini saya sampaikan, saya sangat terbuka untuk sesi wawancara sesuai jadwal yang ditentukan.”
Tambahkan ucapan terima kasih di baris berikutnya, lalu cantumkan nama lengkap dan nomor telepon aktif.
Contoh Subjek Email yang Menarik HRD
Subjek email idealnya memuat kata lamaran, posisi yang dituju, dan nama lengkap pelamar secara ringkas. Contoh: “Lamaran Kerja – Staff Marketing – Dwi Ramadhan”.
Jika lowongan mencantumkan kode posisi, gunakan kode tersebut persis. Banyak sistem otomatis menyortir berdasarkan kode ini, sehingga kesalahan penulisan bisa membuat lamaran tidak terbaca.
Selalu cek ulang ejaan sebelum mengirim.
Perbandingan Format File Lamaran
PDF adalah format paling aman karena tata letak tetap rapi di semua perangkat dan lolos filter otomatis.
