Aktivitas belanja masyarakat Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif meskipun tingkat tabungan mengalami pelemahan. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru Mandiri Spending Index (MSI) yang dirilis Bank Mandiri.
Berdasarkan laporan bertajuk 'Dinamika Belanja Masyarakat, Tabungan, dan Pinjaman', indeks belanja masyarakat pada Juni 2026 mencapai 123,0 atau tumbuh 5,9% secara tahunan (year-on-year/yoy).
>>> Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Lewat Koperasi Desa pada Triwulan IV 2026
Di sisi lain, Mandiri Saving Index tercatat sebesar 84,8, yang berarti terkontraksi 5,7% yoy. Ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung mengurangi porsi tabungan mereka.
Sebaliknya, indeks pinjaman yang mencakup pinjaman online, peer to peer lending, kartu kredit, dan paylater perusahaan pembiayaan non-bank mencapai 157,7 atau tumbuh 24,6% yoy.
Artinya, penggunaan utang meningkat signifikan.
>>> Prediksi Line Up Persib vs DPMM FC di Piala Presiden 2026 Hari Ini
Kredit Non-Bank Terus Naik
Kenaikan indeks pinjaman menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan pembiayaan dari sektor non-bank untuk memenuhi kebutuhan belanja. Hal ini sejalan dengan tren pertumbuhan kredit non-bank yang terus meningkat.
Laporan tersebut juga mencatat realisasi APBN Juni 2026 dengan pendapatan mencapai Rp1.459 triliun dan belanja Rp1.656 triliun.
>>> Profil Burhanuddin Abdullah yang Diisukan Jadi Calon Gubernur BI
Namun, data ini tidak secara langsung terkait dengan pola belanja dan tabungan masyarakat.
