Informasi yang beredar di media sosial tentang Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2026 dipastikan tidak benar.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengklarifikasi bahwa kabar tersebut merupakan hoaks.
>>> Redmi K100 Pro Max Resmi Meluncur 11 Agustus, Varian Cabernet Red Diperlihatkan
Gerhana Matahari Total terjadi saat Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, menutupi seluruh permukaan Matahari.
Fenomena ini hanya bisa disaksikan dari wilayah yang berada di jalur bayangan inti Bulan (umbra).
Di luar jalur tersebut, masyarakat hanya dapat melihat Gerhana Matahari Sebagian.
Klarifikasi BRIN dan Komdigi
Komdigi mengutip penjelasan Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin.
>>> Teaser OnePlus 16 Bocorkan Desain Kamera Bulat dan Performa Gaming Generasi Baru
Ia menyatakan bahwa gerhana matahari total yang ramai dibagikan di media sosial sebenarnya terjadi pada 2 Agustus 2027, bukan 2026.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada unggahan tanpa mengecek sumber resmi.
Jadwal Gerhana Matahari Total Berikutnya
Menurut data resmi NASA, Gerhana Matahari Total berikutnya akan berlangsung pada 12 Agustus 2026.
Fenomena tersebut akan melintasi Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Samudra Atlantik, Spanyol, dan sebagian kecil wilayah barat laut Portugal.
>>> 3 HP All-Rounder Terbaik Pilihan David GadgetIn, Performa Jempolan
Di kawasan tersebut, langit akan berubah gelap selama beberapa menit pada siang hari.

