unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Dukungan untuk Macklemore, Sejumlah Musisi Cabut dari Tur
Hiburan

Dukungan untuk Macklemore, Sejumlah Musisi Cabut dari Tur

Sejumlah musisi cabut dari The Loop Tour Ed Sheeran sebagai dukungan untuk Macklemore
Dukungan untuk Macklemore, Sejumlah Musisi Cabut dari Tur
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah musisi penampil dalam The Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat memutuskan mundur dari tur tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan kepada Macklemore yang sebelumnya didepak dari tur karena menyerukan pembelaan terhadap Palestina.

Mereka yang cabut antara lain Finneas, band Lukas Graham, Aaron Rowe, dan grup Beoga.

Alasan Para Musisi Mundur

Finneas menyatakan bahwa seniman tidak boleh dibungkam saat bersuara membela kaum tertindas.

Dalam unggahan di Instagram pada Rabu (16/9), ia menegaskan dukungannya untuk Palestina dan rakyatnya.

Aaron Rowe mengaku keputusan mundur tidak diambil dengan mudah.

Ia mengakui peran Ed Sheeran sebagai teman yang telah mengubah hidupnya.

Namun sebagai orang Irlandia, Rowe menyatakan sangat memahami soal genosida, kelaparan paksa, dan pendudukan yang penuh kekerasan.

Ia tidak bisa tinggal diam dan membiarkan para miliarder menggunakan kekuasaan untuk membungkam suara yang sah.

Rowe menutup pernyataannya dengan seruan "FREE PALESTINE."

Band asal Denmark, Lukas Graham, menilai seharusnya semua pihak bisa bersuara tentang perang, warga sipil yang tewas, dan anak-anak yang berhak tumbuh dewasa.

Mereka menegaskan bahwa uang tidak memberi hak untuk menguasai percakapan.

Saldo rekening seseorang pun tidak seharusnya menentukan siapa yang boleh bicara atau penderitaan mana yang diakui.

Grup musik asal Irlandia, Beoga, juga menentang pembungkaman terhadap Macklemore oleh para pelobi Zionis.

Penjelasan Ed Sheeran dan Sikap Robert Kraft

Ed Sheeran buka suara terkait Macklemore yang didepak dari The Loop Tour.

Ia menyebut keputusan itu diambil atas permintaan pengelola stadion.

Setelah penampilan Macklemore di konser di New Jersey, pengelola lokasi untuk jadwal tur mendatang menyatakan akan membatalkan pertunjukan jika ia tetap menjadi penampil pendukung.

Ed Sheeran diberi tahu bahwa sikap tersebut didasarkan pada cara Macklemore menyampaikan sebagian pesannya saat tampil, bukan keseluruhan isi ucapannya.

Ia mengaku sudah berdiskusi panjang dengan pengelola lokasi sepanjang minggu untuk mencari jalan tengah.

Salah satu pihak yang terlibat dalam diskusi itu adalah Robert Kraft.

Ed Sheeran juga berbicara langsung dengan promotor serta aktivis dari kedua belah pihak untuk menemukan solusi bersama.

Namun keputusan pengelola lokasi dan promotor sudah mutlak.

Ia menegaskan keputusan mengeluarkan Macklemore dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusannya.

Kontrak Macklemore untuk tur ini adalah dengan pihak promotor, bukan dengan Ed Sheeran.

Sementara itu, Robert Kraft menegaskan pendiriannya seperti diberitakan Page Six.

Taipan Yahudi keturunan Israel berusia 85 tahun itu menilai ucapan Macklemore adalah ujaran kebencian.

Kraft menyatakan Gillette Stadium berkomitmen menciptakan lingkungan ramah bagi semua pengunjung dan memastikan acara tidak menjadi wadah ujaran kebencian.

Berdasarkan tindakan Macklemore baru-baru ini, materi yang disampaikan dari atas panggung saat konser Ed Sheeran di New Jersey, serta rekam jejak retorika dan citra antisemit yang dinilai sangat menyinggung komunitas Yahudi, partisipasinya dalam konser tanggal 25 dan 26 September di Gillette Stadium dinilai melampaui batas.

Kraft menegaskan keputusan ini tidak bermaksud mengecilkan penderitaan warga Palestina yang tak berdosa ataupun menghalangi siapa pun menyuarakan pembelaan bagi mereka.

Ia mengakui penderitaan dan kehilangan yang mereka alami adalah nyata.

Namun upaya pembelaan tersebut tidak boleh mengorbankan komunitas Yahudi atau mengaburkan tanggung jawab Hamas, organisasi yang ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan berbagai pihak di dunia, termasuk Kanada, Uni Eropa, Inggris, dan Jepang.

Tindakan kejam Hamas disebut telah menyebabkan penderitaan luar biasa bagi warga Palestina maupun Israel.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru