Rusia melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada malam hari, menewaskan sembilan orang dan melukai sedikitnya 30 orang.
Para pejabat Ukraina mendesak sekutu untuk memasok lebih banyak senjata antirudal.
>>> BMI: Volatilitas Harga Minyak Brent Capai Puncak pada Kuartal III-2026
Malam Mengerikan bagi Kyiv
Walikota Vitali Klitschko menyebut malam itu sebagai "malam yang mengerikan bagi Kyiv" melalui Telegram.
"Musuh menyerang ibu kota dengan rudal balistik," tulisnya.
"Bangunan tempat tinggal, bangunan non-tempat tinggal, dan infrastruktur lainnya rusak atau hancur, dan kebakaran terjadi di lima distrik kota."
>>> Ekspor Korsel Terus Menguat Seiring Berlanjutnya Booming Cip
Angkatan Bersenjata Umum Ukraina melaporkan bahwa pasukan Kremlin mengerahkan rudal udara dan darat berbagai jenis.
Secara total, 358 senjata serang udara terdeteksi, terdiri dari 35 rudal dan 185 UAV berbagai jenis.
Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa dari sekitar 27 rudal balistik tipe Iskander, hanya satu yang berhasil dicegat.
>>> Amran Beber Penipuan Beras Fortifikasi, Konsumen Dirugikan Rp71 T
"Hanya karena tidak ada pencegat untuk sistem Patriot," tulisnya di X.
