unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Ketenaran RESCENE dan Harga di Balik Sorotan Media

Ketenaran RESCENE dan Harga di Balik Sorotan Media

Ketenaran RESCENE dan Harga di Balik Sorotan Media
Ilustrasi: Ketenaran RESCENE dan Harga di Balik Sorotan Media
A A Ukuran Teks16px

Kata "keajaiban" tampaknya cocok untuk menggambarkan apa yang dialami RESCENE dan leader mereka, Woni, dalam beberapa bulan terakhir.

Anggota Minami yang berteriak "Geoje yah-ho" secara polos dalam video YouTube menjadi meme viral, sementara lagu "Love Attack" yang dirilis dua tahun lalu mulai meroket di tangga lagu.

>>> Skizofrenia, Keluarga, dan Pilihan yang Memilukan dalam Dokumenter Jepang

Hampir dalam semalam, RESCENE menjadi salah satu grup K-pop yang paling banyak dibicarakan di Korea, dan musik mereka terdengar di seluruh negeri.

Bagi Woni dan anggota lainnya, perhatian seperti ini adalah yang pertama sejak debut mereka.

Namun, tak lama kemudian mereka menyadari sisi gelap ketenaran dan kehidupan di bawah sorotan.

Tuduhan Pertama: Kontroversi Dialek

Tak lama setelah grup mulai menjadi pusat perhatian, serangkaian rumor dan tuduhan yang menargetkan Woni mulai beredar di internet.

Tuduhan pertama adalah klaim bahwa dia menggunakan bahasa yang terkait dengan Ilbe, komunitas online sayap kanan yang kontroversial, dalam sebuah video YouTube.

Ucapannya dalam dialek — "museupno" — disebut oleh seorang produser di penyiar regional yang berbasis di daerah tempat dialek tersebut digunakan.

Tuduhan itu memicu perdebatan sengit di dunia maya tentang apakah ucapan Woni merupakan penggunaan dialek yang asli atau kata-kata tertentu yang menandakan keakraban dengan komunitas online tersebut.

Kontroversi semakin memanas ketika para politisi ikut campur.

Untungnya bagi Woni, konsensus umum muncul bahwa ucapannya mencerminkan penggunaan dialeknya.

Tempat kelahirannya, Geoje, juga merilis pernyataan publik yang mengatakan bahwa ungkapan itu adalah istilah dialek asli yang digunakan dalam percakapan sehari-hari di Provinsi Gyeongsang Selatan dan tidak boleh ditafsirkan sebagai pernyataan politik yang licik.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot