Kontroversi mulai mereda ketika tokoh masyarakat yang ikut menuduh mengubah sikap mereka.
>>> Di Balik Video Performa Viral YG: Dari BIGBANG hingga BLACKPINK
Tuduhan Kedua: Isu Perundungan
Segera setelah itu, tuduhan lain dilayangkan terhadap Woni — kali ini, dia dituduh melakukan perundungan di sekolah.
Dengan disajikannya percakapan aplikasi pesan masa lalu yang tampaknya mendukung klaim tersebut, kontroversi menyebar dengan cepat di dunia maya, tetapi juga segera padam.
Wali kelas SMP Woni secara pribadi membuat akun media sosial untuk membantah tuduhan tersebut, sambil berbagi foto dan surat tulisan tangan dari Woni yang membantu mematahkan rumor bahwa dia pernah menjadi pelaku perundungan.
Ironisnya, perhatian yang dihasilkan pada kehidupan sekolahnya mengungkapkan bahwa sang leader sebenarnya adalah anggota dewan siswa dan pernah memimpin kampanye anti-perundungan.
Postingan asli yang mengklaim mengungkap sifat asli idola itu menghilang tak lama kemudian.
Sementara masa lalunya sedang digali, Woni sendiri tetap tenang dan tabah, menghadapi kontroversi secara langsung dengan pesan yang cerdas dan percaya diri kepada para penggemarnya: "Penggemarku, jangan berpaling dariku setelah melihat foto-foto saat aku makan apa pun yang kuinginkan!"
Sikapnya membuatnya semakin didukung.
Pada akhirnya, kedua kontroversi tersebut terbukti tidak berdasar.
Upaya berulang untuk menyerang dan mencoreng citra selebriti dengan rumor tak berdasar tidak terkecuali bagi RESCENE, sebuah grup dari agensi kecil yang secara ajaib mendapat perhatian hanya dua tahun setelah debut melalui kisah sukses yang tak terduga.
Pengawasan yang berulang ini layak direnungkan, karena ini bukan masalah yang unik bagi RESCENE.
Selebriti yang menarik perhatian publik pasti akan menjadi sasaran pengawasan, dan kesalahan kecil dapat dibesar-besarkan menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.
>>> Film 'Hope' Na Hong-jin Tayang di Festival Film Toronto
Tetapi mengajukan tuduhan yang sama sekali tidak berdasar dan melakukan pengawasan yang ceroboh adalah masalah lain — dan sesuatu yang patut diwaspadai.
