unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK Kuota Internet Hangus: Ini Penjelasan Teknis dan Siapa yang Diuntungkan

Kuota Internet Hangus: Ini Penjelasan Teknis dan Siapa yang Diuntungkan

Kuota Internet Hangus: Ini Penjelasan Teknis dan Siapa yang Diuntungkan
Ilustrasi: Kuota Internet Hangus: Ini Penjelasan Teknis dan Siapa yang Diuntungkan
A A Ukuran Teks16px

Fenomena kuota internet hangus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Banyak pengguna merasa tidak adil karena sisa kuota yang sudah dibayar hilang begitu saja.

Direktur Eksekutif Catalyst Policy Works, Wahyudi Djafar, menyoroti keresahan ini sebagai isu mendasar dalam industri telekomunikasi. Menurutnya, pertanyaan masyarakat sederhana namun menyentuh aspek keadilan ekonomi digital.

>>> Epomaker GX1 Resmi Meluncur: Headset Gaming Open-Back dengan Baterai 70 Jam

"Pertanyaan masyarakat ini sederhana aja loh. Sisa kuota itu sebenarnya kemana sih?

Ini jadi pertanyaan banyak orang yang merasa tidak adil. Orang sudah beli, tapi kok hangus," ujar Wahyudi dalam sebuah diskusi kebijakan publik.

Logika Teknis dan Keuntungan Operator

Secara teknis, kuota internet bukanlah komoditas fisik yang bisa disimpan. Kuota merupakan alokasi lalu lintas trafik dalam rentang waktu tertentu.

Wahyudi menjelaskan bahwa saat masa aktif habis, sisa kapasitas tersebut tidak diberikan kepada orang lain, melainkan hangus karena durasi penggunaannya telah berakhir.

Namun, di balik penjelasan teknis tersebut, terdapat realita ekonomi yang menguntungkan penyedia layanan. Ketika konsumen gagal menghabiskan kuota, beban operasional provider justru berkurang.

"Secara profit, harusnya operator untung.

>>> Xgimi Luncurkan Proyektor Z9X 4K High Brightness Edition dengan Laser RGB

Karena biaya yang harus mereka keluarkan untuk menyediakan paket yang seharusnya 50 GB, ternyata tidak sampai 50 GB (yang digunakan).

Itulah kenapa seharusnya tidak ada alasan untuk menaikkan tarif," tegas Wahyudi.

Inovasi Layanan: Rollover Sebagai Solusi Adil?

Dalam lanskap teknologi telekomunikasi yang kompetitif, inovasi layanan seharusnya lebih memihak pada fleksibilitas konsumen. Wahyudi menekankan pentingnya edukasi bagi pengguna untuk memahami profil konsumsi data mereka.

Fitur rollover atau akumulasi sisa kuota ke periode berikutnya disebut sebagai salah satu bentuk inovasi yang harusnya lebih gencar ditawarkan.

Sayangnya, opsi ini seringkali tidak tersosialisasi dengan baik.

"Pilihannya sekarang, apakah akan membeli paket non-rollover atau yang rollover. Kalau mau aman, beli paket rollover sehingga sisa kuota bisa terus digunakan di periode berikutnya.

>>> Rumor Googlebook Asus dan Lenovo Bocor Lewat Render

Ini adalah skema servis yang harusnya dikembangkan operator kepada konsumen," tambahnya.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot