unique visitors counter
⌂ Beranda News Profil Ricky Roesli di Balik Akuisisi SPBU Shell oleh Sefas Group
News

Profil Ricky Roesli di Balik Akuisisi SPBU Shell oleh Sefas Group

Profil Ricky Roesli di Balik Akuisisi SPBU Shell oleh Sefas Group
Boikot Grammy oleh BTS Tunjukkan Hubungan Terbalik antara Artis dan Penghargaan
A A Ukuran Teks16px

Nama Ricky Roesli kembali menjadi sorotan setelah Sefas Group terlibat dalam pengambilalihan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Indonesia.

Publik pun mulai mencari tahu profilnya, mulai dari pendidikan, karier, hingga kehidupan pribadinya.

>>> Polda Banten Tindak Tegas Tambang Ilegal: 7 Tersangka dan Barang Bukti Disita

Perlu diluruskan bahwa Ricky Roesli tidak membeli bisnis SPBU Shell secara pribadi.

Sefas Group yang didirikannya bersama Herman Soegeng menjadi bagian dari perusahaan patungan dengan Citadel Pacific Limited untuk mengambil alih bisnis hilir Shell di Indonesia.

Dalam kerja sama tersebut, Citadel Pacific bertindak sebagai pemegang saham mayoritas, sementara Sefas menjadi pemegang saham minoritas.

Keterlibatan Sefas dalam Pengambilalihan Bisnis Shell

Melansir dari situs Shell, perusahaan mengumumkan kesepakatan pengalihan bisnis SPBU Indonesia pada 23 Mei 2025.

Transaksi ini mencakup jaringan SPBU, kegiatan pasokan dan distribusi bahan bakar, serta terminal bahan bakar di Gresik.

Saat transaksi diumumkan, Shell memiliki sekitar 200 lokasi SPBU di Indonesia, dengan lebih dari 160 lokasi dimiliki perusahaan.

Meski demikian, merek Shell tidak langsung hilang dari Indonesia.

>>> Turap Kali Mampang Diperbaiki, Banjir Langganan Diharapkan Tuntas

Shell menyatakan mereknya tetap digunakan melalui perjanjian lisensi setelah proses pengalihan selesai, dan produk bahan bakar tetap dipasok melalui Shell.

"Kegiatan operasional bisnis SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa," kata Shell dalam pernyataannya.

Hingga Februari 2026, proses transaksi masih dalam tahap penyelesaian dan menunggu sejumlah persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Target penyelesaiannya tetap diarahkan pada 2026.

Perjalanan Sefas Sejak 1997

Keterlibatan Sefas dalam transaksi ini bukan hal yang tiba-tiba. Perusahaan tersebut sudah memiliki hubungan panjang dengan Shell sejak akhir 1990-an.

Berdasarkan profil resmi perusahaan, Ricky Roesli dan Herman Soegeng mendirikan Sefas pada Oktober 1997.

>>> Temuan Potongan Tubuh di Kali Depok Diduga Korban Mutilasi Cipayung

Bisnisnya bermula melalui PT Sefas Pelindotama di Kalimantan Timur sebelum berkembang ke berbagai wilayah Indonesia.

📰 Update Terbaru
stikibot