Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana membangun sumur resapan, sumur imbuhan, lubang biopori, serta tandon retensi secara massal pada 2027.
Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi bencana, terutama kekeringan yang kerap terjadi setiap tahun.
>>> Sosok Penyanyi NB dalam Kasus Dugaan Pelecehan Artis EJR
Studi Kelayakan Sedang Berjalan
Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan studi kelayakan untuk menghitung kebutuhan anggaran proyek tersebut.
Proses pemetaan lokasi pembangunan masih menunggu kepastian jumlah anggaran yang dialokasikan.
"Nanti kita lihat ketersediaan anggarannya berapa untuk 2027 program penanganan kekeringan ini," ujar Erwin, Kamis, 20 Agustus 2026.
"Baru kita bisa menghitung dengan anggaran yang kita siapkan itu kira-kira akan tersebar di titik-titik mana saja," tambahnya.
>>> Profil Ricky Roesli di Balik Akuisisi SPBU Shell oleh Sefas Group
Solusi Atasi Kekeringan dan Banjir
Erwin mengungkapkan, keberadaan sumur resapan dan tandon retensi diharapkan dapat menanggulangi krisis air bersih saat musim kemarau.
"Jadi pikiran kita, kalau memang sudah terprogramkan dengan baik, pada saat kemarau pun kita masih punya cadangan air bawah tanah yang memadai," jelasnya.
Selain mengatasi kekeringan, infrastruktur ini juga disiapkan untuk meredam banjir saat musim hujan.
>>> Polda Banten Tindak Tegas Tambang Ilegal: 7 Tersangka dan Barang Bukti Disita
"Sebaliknya, pada saat musim penghujan, keberadaan sumur resapan, lubang biopori, sumur imbuhan, dan tandon bisa menjadi penampung air supaya debit banjir tidak terlalu besar," pungkasnya.

