unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Kuba, Targetkan Cucu Raul Castro dan Perusahaan Listrik
News

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Kuba, Targetkan Cucu Raul Castro dan Perusahaan Listrik

Suasana di Kuba saat krisis listrik dan sanksi AS
AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Kuba, Targetkan Cucu Raul Castro dan Perusahaan Listrik
A A Ukuran Teks16px

Erickson menjelaskan tujuan dari sanksi ini.

"Tujuannya secara teori adalah menciptakan begitu banyak kesulitan dan penderitaan bagi warga sipil sehingga mereka tidak punya pilihan selain bangkit dan menggulingkan pemerintah mereka," katanya.

"Ini adalah upaya untuk menyebabkan krisis kemanusiaan."

Pembicaraan antara AS dan Kuba awal tahun ini telah dihentikan. Sementara itu, sanksi meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Erickson memperkirakan AS akan terus menargetkan perusahaan-perusahaan negara yang semakin kecil untuk mendorong mereka "ke dalam spiral kematian."

Sebelumnya, AS telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah entitas, termasuk perusahaan minyak dan gas milik negara Kuba.

Pengumuman sanksi terbaru ini datang hanya beberapa jam setelah pejabat Kuba mengadakan konferensi pers untuk membahas reformasi ekonomi bersejarah yang disetujui pada Juni.

Ketika ditanya tentang situasi Kuba saat ini, Wakil Perdana Menteri Kuba Oscar Pérez-Oliva Fraga menyalahkan pemerintah AS. "Tahun lalu sangat kompleks, dan kami tahu alasannya," katanya.

"Blokade adalah genosida." Ia berbicara sebelum sanksi diumumkan.

Di antara warga Kuba yang lelah dengan pemadaman listrik adalah Yaqueline Bernal, 49 tahun.

Ia mengatakan pada Kamis bahwa ia tidak memiliki listrik sejak Minggu dan khawatir tentang dampaknya bagi delapan cucunya yang masih kecil.

"Jika kami tidak punya listrik, kami tidak punya air," katanya. "Anda benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi pada Anda."

Duta Besar Kuba untuk Meksiko, Eugenio Martínez Enríquez, mengutuk sanksi tersebut pada Kamis.

"Neofasis ini bertujuan untuk menang melalui kelelahan dan membuat hidup tidak tertahankan bagi rakyat Kuba," tulisnya di X.

Sementara itu, Rubio menegaskan di X bahwa mereka yang terkena sanksi "adalah bagian dari jaringan keuangan dan intelijen Castro yang korup."

Ia menambahkan bahwa "elit rezim komunis Kuba memimpin negara gagal di mana warga Kuba biasa kelaparan sementara keluarga Castro dan orang dalam lainnya memperkaya diri melalui penghindaran sanksi dan skema ilegal lainnya."

Rubio juga menuduh mereka berusaha mengekspor ideologi Marxis subversif ke AS dan negara-negara lain di Belahan Bumi Barat.

"Trump dan saya tidak tergoyahkan dalam komitmen kami bahwa Kuba akan bebas," tulisnya.

📰 Update Terbaru