Pemilihan empat jurnalis sebagai karakter utama juga tidak lepas dari peran media dalam menyebarkan informasi di era digital.
Menurut Umay, keadilan bagi korban seringkali bergantung pada viralitas.
"Karena aku merasa di era sekarang no viral, no justice," kata Umay. Namun, ia mengakui tantangan dalam menggambarkan profesi jurnalis karena banyak batasan etika yang harus dihormati.
"Jurnalis itu ya enggak boleh upload berita tanpa izin dari pemred [pemimpin redaksi], enggak boleh upload berita yang enggak kredibel, banyak lah gitu.
Jadi kayak kami harus bermain di batasan-batasan yang ada dan tetap beretika juga gitu," jelasnya.
Perubahan Judul Film
Proses kreatif tersebut akhirnya membawa Umay mengubah judul film dari Siksa Sampai Mati menjadi Memburu Pemangsa. Keputusan ini diambil setelah menonton film berkali-kali.
"Setelah kami nonton berkali-kali filmnya, kita ngerasa bahwa Memburu Pemangsa tuh jauh lebih cocok karena film ini kan punya misi yang positif sebenarnya," jelas Umay.
Ia khawatir judul lama terlalu sensasional dan dapat menutupi nilai positif yang ingin disampaikan.
"Kayak nanti takutnya si nilai positif yang berusaha kita hadirkan malah akan kalah sama judulnya," tambahnya.
Memburu Pemangsa bercerita tentang empat jurnalis perempuan yang melacak dan memburu predator anak di suatu kawasan.
Mereka memiliki kemampuan berbeda-beda, seperti sixth sense, muay thai, keahlian riset, dan keberanian.
Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Yasamin Jasem, dan Taskya Namya beradu peran dalam film ini.
Laura menggambarkan karakternya sebagai Agnes, seorang ibu yang baru kehilangan anak dan memiliki sixth sense.
Sementara Taskya berperan sebagai Brina yang ahli muay thai, Yasamin sebagai Anya yang menjadi otak riset, dan Prilly sebagai Cia yang pemberani dan berapi-api.
Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang di bioskop pada 24 September.