“Tetapi kita bisa belajar menulis.”
Saran McLaughlin praktis dan menenangkan: banyak membaca, menulis secara rutin, mencari kelompok menulis, dan membiarkan draf pertama jelek.
“Tulisan kita selalu sangat, sangat, sangat buruk sampai akhirnya tidak,” katanya.
“Ini tentang memberi diri kita izin untuk jujur dan memalukan dalam apa yang kita tulis di halaman.”
McLaughlin baru menekuni fiksi pada usia 40-an setelah berkarier di bidang hukum.
Ia juga mengajar kursus menulis kreatif dan membimbing penulis pemula di Irlandia, membagi waktu antara menulis dan mengajar.
“Saya banyak belajar dari mahasiswa,” ujarnya.
“Kadang, jika saya membantu menemukan jawaban untuk seorang mahasiswa, beberapa bulan kemudian saya bisa terjebak pada masalah yang sama dalam karya saya sendiri.”
Ia menggambarkan ekosistem sastra Irlandia sebagai suportif dan hidup, dengan pendanaan publik untuk program mentoring, hibah bagi penulis yang mencari workshop atau mentor, sirkuit festival sastra yang sibuk, dan jaringan majalah yang terbuka bagi penulis pemula.
McLaughlin sendiri menemukan jalur awal ke penerbitan melalui The Stinging Fly, majalah sastra Irlandia berpengaruh yang kemudian menerbitkan Dinosaurs on Other Planets.
Buku itu membangun namanya secara internasional; pada 2019 ia menerima Windham-Campbell Prize dan Sunday Times Audible Short Story Award.
Jejak Jeju dan Renungan tentang Sejarah
Di tengah jadwal Seoul yang padat, McLaughlin menyempatkan satu hari untuk mengunjungi Pulau Jeju.
Novel Han Kang memicu rasa penasarannya tentang sejarah pulau itu dan membuat kunjungan terasa penting.
“Saya tidak tahu tentang pembantaian itu sampai saya membaca buku tersebut,” katanya.
“Saya pikir dia menyampaikan semuanya dengan sangat kuat dan berhasil melakukannya tanpa membuat pembaca merasa brutal.”