unique visitors counter
⌂ Beranda News Bahasa Mandarin Kini Jadi Tren di Vietnam, Pelajar Ikuti Peluang Kerja
News

Bahasa Mandarin Kini Jadi Tren di Vietnam, Pelajar Ikuti Peluang Kerja

Peserta tes bahasa Mandarin di Vietnam
Bahasa Mandarin Kini Jadi Tren di Vietnam, Pelajar Ikuti Peluang Kerja
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Sementara di Hanoi University, ambang batas bahasa Inggris 34,45 dari 40, bahasa Mandarin 34,20, dan bahasa Korea 32,14.

Bahasa Korea yang beberapa tahun lalu bersaing ketat dengan bahasa Inggris di puncak nilai penerimaan kini mulai tergeser.

Perubahan juga terasa di kawasan perbatasan China.

Media Vietnam Dantri pada Maret melaporkan pekerja di kawasan industri seperti Bac Ninh "berbondong-bondong ke akademi bahasa Mandarin sepulang kerja."

Menurut laporan itu, "hanya dengan sertifikat HSK Level 4 sudah bisa menjamin pekerjaan."

Hoang Quynh Nga, 24 tahun, pengajar bahasa Mandarin, mengatakan jumlah murid melonjak dibanding dua atau tiga tahun lalu.

Ia menyebut pekerja kantoran belajar bahasa Mandarin karena ingin perlakuan lebih baik di tempat kerja, sehingga motivasi mereka tinggi.

Dorongan China dan Kekhawatiran Perusahaan Korea

China juga gencar memperluas penggunaan bahasanya melalui Confucius Institute di Asia Tenggara.

Lembaga ini mendukung pendidikan bahasa, pelatihan guru, dan administrasi ujian HSK.

Selain itu, China mendirikan Luban Workshop, pusat pelatihan vokasi, terutama di negara mitra Belt and Road Initiative seperti Thailand, Laos, dan Indonesia.

Luban Workshop menyediakan paket pelatihan gratis yang menggabungkan penggunaan peralatan buatan China dengan pendidikan bahasa Mandarin.

Carnegie Endowment for International Peace, lembaga pemikir kebijakan luar negeri dan keamanan AS, mencatat Luban Workshop China telah meluas ke Asia Tengah, yakni Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tajikistan.

Lembaga itu menilai China menggunakan workshop untuk mengubah citranya dari "ancaman" menjadi "mitra."

Perusahaan Korea yang beroperasi di Vietnam pun mulai cemas.

"Muncul tren pelamar ke perusahaan Korea mencantumkan bahasa Mandarin sebagai keahlian khusus di resume," kata seorang eksekutif lokal di perusahaan Korea besar.

Ia menjelaskan perusahaan China awalnya menyerap pekerja terampil dengan tawaran gaji sedikit lebih tinggi dari perusahaan Korea.

Kini persaingan meluas dari pekerja produksi hingga karyawan kantor.

📰 Update Terbaru