unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Larang CNN, MS NOW dan Politico Masuk Gedung Putih
News

Trump Larang CNN, MS NOW dan Politico Masuk Gedung Putih

Wartawan pers melaporkan dari luar kompleks Gedung Putih setelah akses ditolak
Trump Larang CNN, MS NOW dan Politico Masuk Gedung Putih
A A Ukuran Teks16px

Pemimpin Redaksi Politico, Jonathan Greenberger, menyatakan pihaknya akan membela hak Amandemen Pertama dengan gigih.

CNN dalam pernyataannya menegaskan tidak akan dialihkan dari tugas mengawasi pemerintah dan badan publik lainnya.

MS NOW menyatakan berniat mengambil segala langkah yang diperlukan untuk membela hak Amandemen Pertama dan peran penting jurnalisme independen dalam demokrasi.

Presiden WHCA, Jacqui Heinrich, menyerukan agar administrasi segera memulihkan akses ketiga media tersebut.

Heinrich menilai implikasinya melampaui organisasi-organisasi ini, karena standar yang digunakan untuk mengecualikan satu media dapat diterapkan pada media mana pun di masa depan.

Ia menegaskan rakyat Amerika melalui pers yang bebas dan independen harus mampu mengawasi mereka yang terpilih memegang kekuasaan.

Amy Kristin Sanders, profesor di Penn State University dan pakar hukum media, menilai sudah cukup jelas bahwa administrasi ini tidak tertarik bermain sesuai aturan dan norma Amandemen Pertama tradisional.

Sanders menyebut upaya administrasi Trump kedua untuk menekan kebebasan pers dan mendelegitimasi jurnalisme independen jauh melampaui presiden Amerika modern lainnya.

Menurutnya, tidak berlebihan untuk mengatakan tindakan bermusuhan terhadap organisasi berita dan jurnalis individu memiliki efek mendinginkan kebebasan berekspresi di seluruh dunia.

Analis media CNN, Brian Stelter, menyebut langkah ini sebagai ancaman langsung terhadap kebebasan pers di Amerika Serikat.

Stelter menegaskan ini jauh lebih besar dari CNN dan merupakan ujian kebebasan berbicara di Amerika.

Trump menulis di situs media sosialnya pada Jumat bahwa efektif segera, ia melarang CNN, MS NOW dan Politico masuk Gedung Putih.

Ia beralasan ketiganya terus memberitakan berita palsu.

Beberapa menit kemudian, saat berbicara di Ruang Oval, Trump diminta menjelaskan pernyataannya.

📰 Update Terbaru