Ruben Onsu memutuskan mengadopsi Thayaka Putra setelah melalui pertimbangan spiritual yang mendalam.
Bayi tersebut pertama kali ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di dalam kardus.
Kisah ini diungkap Ruben melalui kanal YouTube Just Ruben, seperti dikutip Detik Hot.
Dari Pertemuan Tak Terduga hingga Keputusan Adopsi
Perjalanan adopsi bermula saat Ruben berbincang dengan Melanie Subono mengenai kerja sama.
Tim Rumah Harapan Melanie Subono membawa Thayaka yang sebelumnya ditemukan di dalam kardus dengan kondisi mengkhawatirkan.
Ruben mengira bayi itu sudah meninggal karena kondisinya yang dinilai kurang baik dan dikerumuni semut.
Ia pun meminta agar bayi tersebut mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Setelah menjalani perawatan medis, Thayaka berangsur pulih dan menarik perhatian Ruben.
Keduanya bertemu langsung setelah Ruben kembali dari perjalanan umrah.
Ruben tidak langsung mewujudkan keinginan mengasuh Thayaka.
Ia terlebih dahulu meminta petunjuk Tuhan melalui salat malam sebelum memantapkan keputusan.
Ruben baru melanjutkan perjalanan menemui Thayaka 14 hari setelah pulang ke Indonesia.
Ketika kondisi bayi sudah sehat, ia kembali berdoa untuk memantapkan langkah adopsi.
Momen pertama menggendong Thayaka juga membekas bagi Ruben.
Saat pertemuan itu, keduanya mengenakan pakaian berwarna biru yang sama.
Arti Nama Thayaka dan Pemantauan Melanie Subono
Setelah resmi menjadi bagian dari keluarga Ruben, Thayaka mendapat nama yang disesuaikan dengan Thalia dan Thania.
Ruben menjelaskan bahwa nama tersebut tidak memiliki arti khusus yang sengaja ditetapkan.
Ia juga membedakan pengalaman mengasuh Thayaka dengan pertemuannya bersama Onyo yang baru terjadi ketika anak tersebut berusia 14 tahun.
Sementara itu, Thayaka telah diasuh sejak masih bayi.
Ruben mengaku tidak pernah menyangka akan kembali dikaruniai seorang anak.
Kini, ia ingin memberikan kehidupan yang layak kepada Thayaka sekaligus kepada tiga anak lainnya.
Dalam proses penentuan orang tua asuh, Melanie Subono mengaku berhati-hati sebelum mempercayakan seorang anak.
Menurut Melanie, pengalaman bekerja bersama Ruben membuatnya yakin terhadap tanggung jawab dan kepedulian Ruben kepada anak-anak.
Ia menilai Ruben telah menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam pekerjaan profesional mereka.
Melanie menyebut Ruben beberapa kali memberikan bantuan secara sungguh-sungguh, sehingga penilaiannya tidak hanya berdasarkan satu pertemuan.
Meski pengasuhan Thayaka kini berada di tangan Ruben, Melanie menegaskan dirinya masih mengikuti perkembangan anak tersebut.
Ia tetap memantau keadaan Thayaka dan membuka kemungkinan untuk memeriksa langsung bagaimana anak itu diperlakukan di lingkungan keluarga barunya.
Menurut Melanie, Ruben memberikan akses terbuka kepadanya untuk melihat kondisi Thayaka.
Pemantauan tersebut tetap dilakukan meskipun tanggung jawab pengasuhan selanjutnya berada pada keluarga Ruben.
Melanie menegaskan bahwa keterlibatannya tidak berakhir setelah Thayaka diasuh Ruben.
Ia menyatakan akan mengambil kembali anak tersebut jika melihat Thayaka tidak diperlakukan dengan baik.
Melanie memandang Thayaka sebagai salah satu anak yang beruntung karena kini berada dalam pengasuhan Ruben.
Meski demikian, ia tetap menjalankan pemantauan untuk memastikan perkembangan dan kondisi Thayaka tetap menjadi perhatian.