unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Kronologi Heboh Pagar Pembatas di JRF 2026, Pelari Kaus Oranye Disebut-sebut Mochamad Muldan Nurul Yakin
Hiburan

Kronologi Heboh Pagar Pembatas di JRF 2026, Pelari Kaus Oranye Disebut-sebut Mochamad Muldan Nurul Yakin

Kronologi Heboh Pagar Pembatas di JRF 2026, Pelari Kaus Oranye Disebut-sebut Mochamad Muldan Nurul Yakin
37.000 Pelari dari 48 Negara Ramaikan JRF 2026 di GBK Oktober
A A Ukuran Teks16px

Jakarta Running Festival 2026 yang seharusnya jadi pesta lari justru menyisakan momen heboh. Sejumlah pelari Half Marathon diduga menerobos pagar pembatas di titik COP dan menolak dihentikan panitia.

Dalam rekaman yang beredar, para pelari tampak mendorong pagar pembatas dan berhadapan dengan petugas yang berusaha menahan mereka. Sorotan publik pun mengerucut pada satu sosok yang paling jelas terekam kamera, yakni pria berkaus oranye.

Pria itu kemudian ramai dibicarakan di media sosial, hingga muncul unggahan yang mengaitkannya dengan sebuah nama dan profil pekerjaan.

Nama Muldan Nurul Yakin Muncul dari Unggahan Threads

Melalui unggahan Threads @budiyanto_j, termasuk materi yang dikaitkan dengan akun LinkedIn sosok tersebut, pria berkaus oranye itu diidentifikasi sebagai Mochamad Muldan Nurul Yakin.

Dalam unggahan yang sama, ia disebut berprofesi sebagai Senior Compliance Manager, jabatan senior di bidang kepatuhan, serta memiliki riwayat pendidikan di Universitas Padjadjaran.

Jabatan Senior Compliance Manager sendiri berkaitan dengan kepatuhan di dunia perbankan: memastikan operasional bank sesuai regulasi pemerintah, hukum yang berlaku, dan kebijakan internal perusahaan agar terhindar dari sanksi hukum dan risiko finansial. Tugasnya juga mencakup mengidentifikasi potensi risiko, menyelidiki dugaan pelanggaran, menyusun laporan, hingga menggelar pelatihan integritas dan kode etik bagi karyawan.

Serba "Diduga", Asal Daerah pun Belum Pasti

Meski namanya sudah ramai disebut, seluruh peristiwa ini masih dibingkai dengan kata "diduga". Pria dalam rekaman itu disebut terekam menerobos pagar COP sambil mengucapkan kata-kata kasar, tetapi identifikasi serta rincian pekerjaan dan pendidikannya bersumber dari unggahan warganet, bukan verifikasi independen.

Bahkan daerah asal pria tersebut belum diketahui secara pasti, apakah dari Jawa Timur atau daerah lain di Indonesia. Profilnya yang tersedia untuk publik pun masih sangat sedikit, sehingga publik diimbau menyikapi informasi yang beredar dengan hati-hati.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru