SURABAYA, SURABAYAINSIDE.com - Nama advokasinya Motolayo Nusantara — dari bahasa Gorontalo kuno yang berarti upaya melestarikan sesuatu yang berharga. Itulah misi Angeline Alkatiri Halilović, wakil Provinsi Gorontalo di Puteri Indonesia 2026, yang ingin mengenalkan kembali budaya dan alam daerah asalnya ke panggung nasional, dari fenomena wisata hiu paus sampai sulaman karawo, warisan budaya tak benda kebanggaan Gorontalo.
Terobosan dari MM Karawo Agency
Angeline dibina MM Karawo Agency, agensi yang telah tujuh kali mengutus wakil Gorontalo ke ajang besutan Yayasan Puteri Indonesia dan Mustika Ratu itu. Founder-nya, Eno Makulase, menyebut pemilihan Angeline sebagai terobosan: berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang umumnya putri daerah yang menetap di Gorontalo, Angeline tidak tinggal permanen di sana. Ia sah mewakili Gorontalo karena berketurunan asli daerah itu dari pihak ibu, sesuai aturan yayasan yang membolehkan perwakilan berdasarkan ikatan darah. Langkah ini diambil setelah wakil Gorontalo beberapa edisi terakhir — meneruskan nama-nama seperti Lia Katili, Hindun Hulopi, Fadilah Hayya, dan Angelia Katili — belum menembus finalis utama, sehingga agensi memburu figur komplet dari postur (Angeline bertinggi 180 cm) sampai kemampuan komunikasi.
Empat Budaya dalam Satu Keluarga
Ia tumbuh di keluarga sangat multikultural: ibu berdarah Gorontalo dan Arab, ayah berdarah Prancis dan Bosnia. Kendati begitu, Angeline menegaskan nilai-nilai ketimuran tetap menjadi pegangan hidupnya, dan ia mengagumi etos kerja perempuan Gorontalo yang tangguh. Di bangku kuliah ia mengambil Manajemen peminatan Bisnis Internasional di Universitas Pelita Harapan (UPH) sambil magang di Badan Keahlian DPR RI — pengalaman yang membentuk pandangannya bahwa puteri kecantikan mesti berkontribusi nyata bagi bangsa. Kemampuan bicaranya bukan modal baru: sejak remaja ia berlatih untuk ajang ini, dan pada 2022 meraih Best Speech di Putri Remaja Indonesia, ditambah penguasaan bahasa asing dan pembinaan budaya serta adat Gorontalo selama bertahun-tahun.
Pesan untuk Anak Muda Gorontalo
Bagi Angeline, sulaman karawo bukan sekadar kain — mengutip Eno Makulase, ia adalah identitas yang mencerminkan ketelitian dan kesabaran masyarakat Gorontalo, dan ia siap menjadi juru bicara pariwisata daerahnya. Ia berpesan kepada anak muda Gorontalo agar tidak takut bermimpi tinggi, sebab keberhasilan lahir dari kerja keras yang direstui orang-orang terdekat. Dukungan masyarakat Gorontalo, katanya, menjadi energi tambahan untuk tampil terbaik di malam puncak menghadapi puluhan finalis dari seluruh pelosok Nusantara.