Nama Irjen Pol Eko Hadi Santoso sedang viral dan banyak dicari, terutama soal tahun kelulusannya di Akpol, akun Instagram pribadinya, serta kabar apakah ia pernah bertugas di Jawa Timur.
Irjen Pol Eko Hadi Santoso adalah perwira tinggi Polri berpangkat jenderal bintang dua. Jabatan yang ia emban saat ini adalah Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, posisi strategis dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika di tingkat nasional. Namanya dikenal karena ketegasan dalam penindakan kasus-kasus narkoba, sehingga setiap informasi mengenai profilnya cepat menyebar dan menarik perhatian publik.
Menjawab pertanyaan yang paling sering diajukan, Eko Hadi Santoso merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1999. Tahun kelulusan ini menjadi penanda generasi perwira yang kini banyak mengisi jabatan-jabatan penting di kepolisian. Dari Akpol 1999, kariernya menanjak melalui berbagai penugasan hingga mencapai pangkat inspektur jenderal dan menduduki jabatan direktur di Bareskrim Polri seperti sekarang.
Riwayat Karier di Kepolisian
Perjalanan karier Eko Hadi Santoso terbilang beragam. Ia pernah menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, kemudian bertugas sebagai Kasubdit di Bareskrim Polri. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Direktur Reserse Narkoba di beberapa Polda, pengalaman yang membentuk spesialisasinya di bidang pemberantasan narkoba. Rangkaian jabatan itu akhirnya membawanya ke posisi Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Dengan rekam jejak tersebut, ketegasan Eko Hadi dalam memberantas narkoba bukan muncul tiba-tiba. Bertahun-tahun menangani reserse narkoba di berbagai wilayah memberinya pemahaman mendalam tentang jaringan peredaran dan modus para pelaku. Tidak heran apabila namanya kerap muncul setiap ada penindakan besar, dan profilnya pun semakin sering dicari oleh masyarakat yang ingin mengenal sosok di balik operasi-operasi tersebut.
Soal Akun IG dan Dinas di Jatim
Dua pertanyaan lain yang ramai diajukan publik adalah soal akun Instagram pribadi dan riwayat dinas di Jawa Timur. Untuk akun IG pribadi, hingga kini belum ada informasi resmi yang memastikan akun mana yang benar-benar miliknya, meski banyak akun mengatasnamakan dirinya. Sementara soal penugasan di Jatim, badan artikel sumber tidak menyebut penugasan spesifik di Jawa Timur, sehingga kabar tersebut tidak tercantum dan belum dapat dipastikan dari sumber ini.
Publik juga perlu membedakan antara akun institusi dan akun pribadi ketika mencari kehadiran sang jenderal di media sosial. Akun institusi Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim jelas teridentifikasi sebagai kanal resmi satuan kerjanya dan menjadi rujukan foto serta informasi kedinasan. Sebaliknya, akun pribadi yang diklaim milik Eko Hadi Santoso belum memiliki penegasan resmi apa pun, sehingga mengikuti atau menyebarkan isi akun-akun semacam itu berisiko menyesatkan dan merugikan nama baik yang bersangkutan.
Adapun mengenai keluarga, istri Eko Hadi Santoso diketahui aktif sebagai ketua cabang Bhayangkari ketika ia menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok dan memimpin Bhayangkari wilayah itu. Meski demikian, nama istri dan anaknya tidak dipublikasikan. Publik diimbau merujuk pada informasi yang terverifikasi dan akun institusi resmi, alih-alih mempercayai akun-akun yang belum jelas keasliannya di media sosial. Dengan begitu, informasi mengenai sang jenderal tetap berada pada koridor fakta yang dapat dipertanggungjawabkan oleh pembaca maupun penulisnya.