unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Calvin Verdonk Pemain Terbaik Lille, tetapi Tetap Ingin Kemenangan
News

Calvin Verdonk Pemain Terbaik Lille, tetapi Tetap Ingin Kemenangan

Calvin Verdonk saat membela Lille di Liga Champions
Calvin Verdonk Pemain Terbaik Lille, tetapi Tetap Ingin Kemenangan
A A Ukuran Teks16px

Calvin Verdonk meraih penghargaan Man of the Match (MOTM) dalam laga Liga Champions antara Lille dan Bodo/Glimt yang berakhir 0-0 pada matchday keempat, Rabu (4/11) dini hari WIB.

Bek asal Indonesia itu tampil penuh selama 90 menit dan memberikan kontribusi penting bagi Lille, baik dalam bertahan maupun membantu serangan dari sektor sayap.

Meski mendapat pengakuan individu, Verdonk belum sepenuhnya puas karena Lille belum meraih kemenangan di kompetisi ini.

Penampilan Solid dan Statistik Impresif

Dalam aspek defensif, Verdonk mencatatkan empat tekel, satu intersep, dan tiga sapuan.

Ia juga menunjukkan kemampuan distribusi bola dengan tiga dari empat umpan panjang yang berhasil mencapai rekan setim, serta akurasi umpan keseluruhan sebesar 83 persen.

UEFA Technical Observer Group memberikan penilaian positif terhadap kontribusinya, terutama dalam membangun serangan dan merebut kembali penguasaan bola.

“Saat menguasai bola, ia mampu bekerja sama dengan baik di area sisi lapangan, melakukan operan serta menerima bola secara efektif, dan selalu sigap untuk segera membantu serangan,” tulis kelompok pengamat teknis UEFA.

“Saat tidak menguasai bola, ia tampil gemilang dalam melakukan pergerakan untuk merebut kembali bola di masa transisi, serta efektif dalam memenangkan duel dan menjaga area sisi lapangan.”

Penghargaan ini menjadikan Verdonk sebagai pemain Indonesia pertama yang meraih MOTM di Liga Champions.

Ia pun berencana menyimpan trofi tersebut di samping televisi agar bisa terus melihatnya, seperti dikutip dari situs resmi klub.

“Saya akan menaruhnya di samping TV, jadi saya bisa terus melihatnya,” ujar Verdonk.

Namun, pencapaian pribadi itu belum cukup membuatnya puas karena hasil pertandingan tidak sesuai target tim.

Verdonk menegaskan bahwa ia lebih menginginkan kemenangan bagi Lille, terlebih klub asal Prancis tersebut belum pernah menang di Liga Champions.

“Saya maunya menang, sebab kami belum pernah menang. Kami sudah berjuang keras, maka satu poin ini begitu berharga,” tegasnya.

Hasil imbang ini membuat Lille baru mengoleksi satu poin dari empat pertandingan dan masih berada di peringkat ke-34 klasemen sementara Liga Champions.

Situasi tersebut menjelaskan mengapa Verdonk tetap mengutamakan kemenangan tim meskipun telah meraih penghargaan individu.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru