unique visitors counter
⌂ Beranda News Jepang Waspadai Serangan Siber Berbasis AI pada Infrastruktur Penting

Jepang Waspadai Serangan Siber Berbasis AI pada Infrastruktur Penting

Jepang Waspadai Serangan Siber Berbasis AI pada Infrastruktur Penting
Ilustrasi serangan siber pada infrastruktur penting di Jepang
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Jepang akan mengeluarkan peringatan kepada operator-operator infrastruktur penting yang berisiko terkena serangan siber menggunakan kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut.

Peringatan itu terungkap dari langkah-langkah penanggulangan yang disusun pada Senin, 18 Mei 2026.

>>> PT SMI Catat Oversubscription 7,3 Kali pada Penerbitan Obligasi Global

IN2

Langkah ini dipicu oleh kekhawatiran atas model AI terbaru bernama Claude Mythos, yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan AS, Anthropic.

Model tersebut dinilai memiliki kemampuan luar biasa dalam mengidentifikasi kerentanan sistem, sehingga berpotensi dieksploitasi untuk menyerang berbagai sistem.

Pemerintah Jepang juga berupaya membangun kerangka kerja melalui Kantor Keamanan Siber Nasional untuk menanggapi dan mencegah serangan tersebut.

in2

Menteri Digital Jepang Hisashi Matsumoto, yang bertanggung jawab atas keamanan siber, mendapat instruksi khusus dari Perdana Menteri Sanae Takaichi sejak awal Mei.

>>> RI usul kebebasan navigasi bertanggung jawab atasi isu laut terkini

Instruksi itu untuk menyiapkan langkah-langkah menghadapi potensi serangan siber di tengah meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh AI.

Langkah-langkah penanggulangan disusun dalam rapat yang dihadiri Matsumoto dan pejabat senior dari berbagai badan pemerintah, termasuk Badan Kepolisian Nasional, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Infrastruktur.

Menteri Matsumoto memperingatkan bahwa penggunaan AI dengan buruk dapat secara dramatis meningkatkan skala dan kecepatan serangan siber.

>>> Khofifah dan Dubes Yaman Bahas Kerja Sama Pendidikan, Perdagangan, dan Budaya

Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah perlu segera merancang respons karena ancaman tersebut merupakan masalah mendesak.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru