“Kenaikan Bitcoin tidak hanya berasal dari pembelian spot, tetapi juga dari mekanisme pasar derivatif,” katanya.
Level Teknikal Kunci Bitcoin
Secara teknikal, Bitcoin kini berada di area penting dekat simple moving average (SMA) 200 hari di sekitar 82.455 dolar AS.
Penutupan harian di atas level tersebut dapat membuka peluang penguatan lanjutan menuju target ekstensi Fibonacci di kisaran 85.102 dolar AS.
Namun, Bitcoin perlu mempertahankan area support 80.000 dolar AS hingga 80.458 dolar AS agar momentum bullish tetap terjaga.
Jika gagal bertahan di atas 80.000 dolar AS, tekanan jual berpotensi meningkat.
Penurunan di bawah 78.000 dolar AS bisa memicu likuidasi posisi long hingga sekitar 1 miliar dolar AS.
Hal ini membuka risiko koreksi menuju area 70.000 dolar AS.
>>> SV Elversberg Cetak Sejarah, Promosi ke Bundesliga untuk Pertama Kalinya
“Level 80.000 dolar AS menjadi batas psikologis yang sangat penting,” ujar Fyqieh.
Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area tersebut, peluang retest ke 85.000 dolar AS masih terbuka.
Investor perlu mewaspadai volatilitas karena open interest yang tinggi bisa memperbesar pergerakan harga ke dua arah.
Minat Institusional dan Akumulasi Whale
Prospek jangka menengah Bitcoin juga didukung pulihnya minat institusional melalui ETF Bitcoin spot.
Arus masuk ETF yang kembali positif setelah periode outflow menjadi sinyal bahwa investor besar mulai kembali membangun posisi.
Produk ETF spot memiliki dampak langsung terhadap permintaan Bitcoin karena penerbit ETF perlu memegang aset Bitcoin secara aktual.
Aktivitas investor whale juga menjadi perhatian pasar.
Data on-chain menunjukkan alamat whale yang memiliki 10 hingga 10.000 BTC telah mengakumulasi lebih dari 61.000 BTC dalam satu bulan terakhir.