Pola akumulasi tersebut kerap dianggap sebagai indikasi bahwa investor besar melihat level harga saat ini sebagai peluang masuk sebelum potensi pergerakan besar berikutnya.
Fyqieh mengatakan akumulasi whale dan arus masuk ETF menjadi dua indikator penting untuk mengukur kekuatan reli Bitcoin ke depan.
“Apabila arus masuk ETF tetap berlanjut dan whale terus menambah kepemilikan, Bitcoin memiliki fondasi permintaan yang lebih kuat,” jelasnya.
Pasar tetap membutuhkan konfirmasi lanjutan, terutama dari perkembangan regulasi AS dan kemampuan harga menembus resistance utama di atas 82.000 dolar AS.
Prospek Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, pelaku pasar akan mencermati kelanjutan proses CLARITY Act menuju pemungutan suara penuh di Senat AS.
Jika rancangan aturan tersebut mendapat dukungan lebih luas, sentimen institusional terhadap aset kripto berpotensi semakin menguat.
Kombinasi katalis regulasi, short squeeze, potensi arus masuk ETF, dan akumulasi whale membuat Bitcoin saat ini berada dalam fase krusial.
Momentum bullish masih terbuka, tetapi konfirmasi teknikal di atas 82.455 dolar AS akan menjadi penentu apakah reli berlanjut menuju 85.000 dolar AS atau justru berubah menjadi bull trap.
Pasar tetap membutuhkan konfirmasi lanjutan, terutama dari perkembangan regulasi AS dan kemampuan harga menembus resistance utama di atas 82.000 dolar AS.
>>> Muhadjir Effendy Datangi KPK Secara Mendadak Terkait Kasus Kuota Haji
Fyqieh menambahkan bahwa kombinasi katalis regulasi, short squeeze, potensi arus masuk ETF, dan akumulasi whale membuat Bitcoin saat ini berada dalam fase krusial.