Ia menilai kampanye kebersihan melalui kegiatan kreatif akan lebih mudah diterima masyarakat, terutama generasi muda.
Pendekatan visual yang menarik membuat pesan edukasi lebih mengena.
Selain sebagai lomba, kegiatan itu juga menjadi ruang interaksi antara komunitas seni dan masyarakat.
Edukasi lingkungan tidak selalu harus dilakukan melalui sosialisasi formal.
Bagi sebagian peserta, melukis tong sampah menjadi pengalaman unik.
Mereka dapat mengekspresikan kreativitas di media yang tidak biasa, sekaligus merasakan bahwa karya mereka nantinya akan digunakan langsung oleh masyarakat.
Forkis menilai kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya menjaga kebersihan ruang publik, terutama di area yang ramai aktivitas warga.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap masyarakat tidak hanya melihat tong sampah sebagai tempat membuang limbah.
Tong sampah juga menjadi bagian dari ruang kota yang perlu dijaga dan dirawat bersama.
Kegiatan melukis tong sampah itu menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas yang produktif.
Sekaligus mendorong warga lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan kreatif seperti ini sekaligus membawa pesan edukasi lingkungan kepada masyarakat, kata Ketua Pelaksana Forkis Endang dalam keterangannya pada Senin (18/5).
>>> Pemkab Garut Siapkan Pendampingan untuk Santriwati Korban Asusila
Menurut dia, lomba tersebut dirancang untuk mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan hidup bersih sekaligus mempercantik fasilitas umum.