Ia juga mengatakan bahwa AS belum meminta bantuan NATO untuk Selat Hormuz, tetapi harus ada Rencana B jika Iran menolak untuk membuka kembali jalur air tersebut.
Dua hari setelah menyampaikan pesan terbaru AS kepada Iran dalam negosiasi, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Syed Mohsin Naqvi, mengadakan putaran pembicaraan lain dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, di Teheran.
Militer Pakistan kemudian mengumumkan kedatangan Field Marshal Asim Munir di Teheran tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Tim Qatar, yang bekerja sama dengan AS, juga tiba di Iran pada Jumat, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Iran: Diplomasi Butuh Waktu
Di tengah upaya mediasi yang semakin intensif, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dikutip oleh IRNA mengatakan bahwa diplomasi membutuhkan waktu.
>>> Kemensos Tambah 470 Ribu Penerima Bansos Tahap Dua Mei 2026
Ia juga mengisyaratkan bahwa kedua belah pihak belum mencapai titik di mana kesepakatan sudah dekat.
Baghaei mengatakan bahwa masalah nuklir tidak sedang dibahas dan kesimpulan tidak akan tercapai jika AS berusaha mendalami detail tentang uranium yang diperkaya tinggi di Iran.
AS dan Israel mengatakan tujuan perang mereka adalah untuk membatasi dukungan Iran terhadap milisi regional, membongkar program nuklirnya, menghancurkan kemampuan misilnya, dan memudahkan rakyat Iran untuk menggulingkan penguasa mereka.
Namun, Iran sejauh ini masih mempertahankan stok uranium yang diperkaya mendekati tingkat senjata, serta kemampuannya untuk mengancam negara tetangga dengan misil, drone, dan milisi proksi.
Dampak Ekonomi Global
Setelah serangan udara AS-Israel dimulai pada 28 Februari, Iran menembaki negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS.
Perang ini juga memicu kembali konflik antara Israel dan kelompok militan Hizbullah di Lebanon. Ribuan orang tewas di Iran dan Lebanon.