Perang telah menimbulkan kekacauan dalam ekonomi global, dengan lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran akan inflasi yang merajalela.
Indeks saham utama naik pada Jumat, dengan Dow Jones mencapai rekor tertinggi, tetapi imbal hasil Treasury menurun karena investor mempertimbangkan kemungkinan kesepakatan jangka pendek untuk mengakhiri perang.
Dolar AS mendekati level tertinggi dalam enam pekan di tengah ketidakpastian negosiasi damai, sementara harga minyak naik.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS pada akhirnya akan mengambil alih stok uranium yang diperkaya tinggi Iran.
Washington meyakini uranium tersebut ditujukan untuk senjata nuklir, meskipun Teheran mengatakan itu murni untuk tujuan damai.
Dua sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters sebelum pernyataan Trump bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah mengeluarkan arahan agar uranium tidak dikirim ke luar negeri.
Trump menghadapi tekanan domestik menjelang pemilihan paruh waktu November, dengan warga Amerika marah atas lonjakan harga bahan bakar.
Tingkat persetujuannya mendekati level terendah sejak ia kembali ke Gedung Putih tahun lalu.
Teheran telah menyerahkan tawaran terbarunya kepada AS awal pekan ini.
Deskripsi Iran menunjukkan bahwa tawaran tersebut sebagian besar mengulangi persyaratan yang sebelumnya ditolak Trump, termasuk tuntutan atas kendali Selat Hormuz, kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan sanksi, pembebasan aset yang dibekukan, dan penarikan pasukan AS.
Rubio juga menegaskan kembali komentarnya pada Kamis bahwa rencana Iran untuk menerapkan sistem tol di Selat Hormuz tidak dapat diterima.
>>> Cannes 2026: Persaingan Palme d'Or Masih Terbuka Lebar
Ia menyebut kelompok yang dihadapi AS sangat sulit dan presiden telah menyatakan memiliki opsi lain jika tidak ada perubahan.