"Saya tidak benar-benar merokok, tapi rasanya seperti beristirahat dengan seseorang, jadi anehnya menenangkan," kata Lee.
Lee mengatakan situs itu juga mengurangi kesepian saat belajar sendirian.
"Saat mengakses situs itu sambil belajar, rasanya seperti orang lain juga berjuang, jadi saya merasa tidak terlalu sendirian," ujarnya.
>>> Pameran Budaya di Bangkok Hadirkan Hanbok Modern
Kenyamanan datang bukan dari percakapan, melainkan dari mengetahui orang lain memasuki ruang virtual yang sama.
Kim menggambarkan situs pesan palsu sebagai "melamun sejenak."
Biaya pengiriman yang mahal sering membuat orang ragu menekan tombol pesan di aplikasi asli, tapi di situs ini tekanan itu hilang.
"Situs itu tidak memungkinkan pemesanan, jadi saya bisa terus melihat-lihat tanpa tekanan. Rasanya seperti melihat foto makanan online.
Semakin saya lihat, suasana hati saya sedikit membaik," kata Kim.
Simulasi Digital Menggantikan Realitas
Kim Heon-sik, profesor di Universitas Jungwon, mengatakan penyebaran situs ini terkait dengan budaya online yang dibangun di sekitar stimulasi konstan.
Ia membandingkan fenomena ini dengan menonton "mukbang," yang memuaskan nafsu makan tanpa benar-benar makan.
"Baru-baru ini, semakin banyak konten yang memungkinkan orang mengalami hal-hal seperti alkohol, rokok, dan makanan secara tidak langsung.
Situs-situs ini juga mencerminkan keinginan untuk merasakan kepuasan atau atmosfer serupa tanpa berpartisipasi dalam kehidupan nyata," kata Kim.
Fenomena ini juga mencerminkan kelelahan dan kecemasan di kalangan anak muda. "Ini adalah era yang ditandai dengan ketidakpastian tentang masa depan dan kelelahan.
Orang kini cenderung mencari kenyamanan hanya dengan merasa terhubung secara longgar secara online," tambahnya.
Bahkan rasa kehadiran bersama yang samar pun bisa berarti.
"Perasaan bahwa orang lain terhubung pada saat yang sama, terlepas dari siapa mereka, dapat membuat orang merasa kesepian dan kecemasan mereka berkurang.
>>> Seoul Gelar Program Berkebun dan Lansekap di Taman Kota
Tidak harus menjalin hubungan yang membebani juga terasa nyaman bagi anak muda," pungkas Kim.