Dalam jangka pendek, hal ini dapat meningkatkan kadar kolesterol. Seiring waktu, dapat meningkatkan beban pada jantung dan pembuluh darah, serta risiko penyakit hati berlemak.
Pusat Informasi Kanker Nasional Korea juga mengidentifikasi lemak jenuh sebagai salah satu faktor diet yang terkait dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.
Siapa yang Perlu Batasi Konsumsi?
Lemak babi dalam jumlah moderat dapat menjadi bagian dari diet sehat. Namun, beberapa orang perlu lebih berhati-hati.
Menurut ahli gizi, individu dengan kadar kolesterol tinggi, masalah ginjal atau hati, obesitas, diabetes, atau gangguan metabolisme lain harus memantau dan membatasi asupan lemak babi.
Idealnya, lemak menyumbang sekitar 15–30 persen dari total asupan kalori harian.
Beberapa ahli merekomendasikan konsumsi sekitar 1 gram lemak per kilogram berat badan per hari sebagai panduan sederhana.
Langkah terpenting adalah memahami kondisi kesehatan sendiri melalui pemeriksaan rutin dan berkonsultasi dengan dokter atau spesialis kedokteran keluarga untuk saran yang personal.
Alternatif Menu Sehat
Jika sulit mengontrol porsi, memilih menu lain dapat membantu. Bossam (daging babi rebus) dan jokbal (kaki babi) sering disarankan sebagai alternatif.
Proses memasak menghilangkan sebagian lemak, sementara kulit babi menyediakan kolagen.
>>> Filipina Luncurkan Paviliun Resmi di Seoul Food 2026 Manfaatkan FTA dengan Korea
Ayam dan bebek juga pilihan baik karena memiliki proporsi lemak tak jenuh tertinggi, sekitar 70 persen. Keduanya kaya protein, sehingga cocok untuk manajemen berat badan dan perkembangan otot.