Di AS, harga gas dan barang melonjak, dan bahkan pendukung Trump menuduhnya melanggar janji kampanye.
Di Israel, kemarahan meningkat atas kegagalan Netanyahu mengamankan kemenangan abadi dalam perang yang dipicu serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Bombardir Lebanon Regang Hubungan
Perbedaan ini terlihat di Lebanon, di mana pertempuran antara Israel dan Hizbullah masih berlangsung meskipun ada pengumuman gencatan senjata.
>>> Israel dan Iran Tahan Serangan Setelah Baku Tembak Pertama Sejak April
Iran ingin Lebanon dimasukkan dalam gencatan senjata regional yang lebih luas, tuntutan yang tampaknya diterima Trump untuk mencapai kesepakatan.
Iran mengancam akan menyerang Israel lagi jika terus menyerang Lebanon.
Israel bertekad melanjutkan kampanye di Lebanon hingga ancaman Hizbullah dihilangkan. Ketegangan memuncak pekan lalu ketika Trump mengakui adanya panggilan telepon tegang dengan Netanyahu tentang Lebanon.
Trump menggunakan kata-kata kasar dan menyebut Netanyahu gila, karena frustrasi perang Israel mengancam perundingan dengan Iran.
Trump juga tidak senang dengan serangan Israel di Beirut yang menewaskan dua orang dan melukai 20 lainnya. Ia mendesak Israel menahan diri setelah Iran meluncurkan rudal.
Namun, beberapa jam kemudian, Israel mengebom Iran.
Pejabat Meredam Perbedaan
Menurut sumber yang mengetahui pembahasan AS-Israel, Trump awalnya mendesak penahanan diri untuk menenangkan pasar dan menjaga negosiasi.
Pejabat Israel berargumen bahwa AS tidak akan mentolerir serangan tanpa respons cepat. Kedua pihak juga memahami bahwa tidak merespons serangan Iran akan menyulitkan Netanyahu secara politik.
Netanyahu sendiri meremehkan perbedaan yang ada. Setelah serangan terbaru, ia mengatakan Israel memiliki hak penuh untuk membela diri dan menjalankannya seperlunya.
Ia juga menyampaikan hal yang sama dalam percakapan baik dengan temannya, Presiden Trump.
Ini bukan pertama kalinya Trump berbeda pendapat dengan Netanyahu secara terbuka.
Pada Maret, Trump kesal dengan keputusan Netanyahu menyerang ladang gas Iran yang memicu balasan Iran terhadap infrastruktur energi di Teluk.
Meskipun Trump tidak setuju, dua sumber mengatakan AS telah diberi tahu rencana Israel sebelumnya.
Belum jelas apakah perselisihan terbaru ini akan menyebabkan kerusakan permanen.
Michael Singh, direktur pelaksana Washington Institute for Near East Policy, mengatakan ketegangan semacam ini tidak jarang terjadi dalam hubungan AS-Israel, namun kali ini sangat terbuka.
>>> Iran dan Israel Nyatakan Permusuhan Dihentikan Setelah Serangan Balasan
Eytan Gilboa, pakar hubungan AS-Israel, meragukan keretakan ini mengancam aliansi secara serius. Ia menilai Netanyahu berhati-hati untuk tidak mendorong terlalu jauh.