unique visitors counter
⌂ Beranda News Dana Murah Berbuah Manis, BRI Tekan CoF di Bawah Danantara

Dana Murah Berbuah Manis, BRI Tekan CoF di Bawah Danantara

Dana Murah Berbuah Manis, BRI Tekan CoF di Bawah Danantara
Ilustrasi: Dana Murah Berbuah Manis, BRI Tekan CoF di Bawah Danantara
A A Ukuran Teks16px

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan penurunan biaya dana atau cost of fund (CoF) menjadi 2,33% pada Triwulan I 2026.

Angka ini turun 65 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,98%.

>>> BPK Temukan Ketidaksesuaian Belanja Dana BOSP Rp483 Juta di Disdikpora Pandeglang

Penurunan tersebut didorong oleh meningkatnya porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA).

Hingga akhir Maret 2026, CASA konsolidasian BRI mencapai Rp1.058,6 triliun atau setara dengan 68,07% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Porsi CASA tersebut meningkat dibandingkan Triwulan I 2025 yang berada di level 65,77%.

in2

Kenaikan ini menunjukkan keberhasilan strategi BRI dalam mengoptimalkan penghimpunan dana berbasis transaksi dan layanan digital.

Transformasi Digital Dorong Efisiensi

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa peningkatan CASA memberikan dampak langsung terhadap efisiensi biaya dana.

Menurutnya, tingginya volume transaksi pada kanal digital seperti BRImo, QLola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI menjadi faktor utama.

“Dengan fondasi yang semakin kuat, BRI dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pengelolaan risiko,” ujar Hery dalam keterangan resmi.

Hingga akhir Maret 2026, BRI berhasil menghimpun DPK sebesar Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan.

>>> Robby Pantjoro: Aktor dan Kreator Konten yang Jadi Korban Kecelakaan McLaren Sukoharjo

Total aset BRI Group tercatat mencapai Rp2.250 triliun, tumbuh 7,2% year on year.

Penyaluran kredit dan pembiayaan BRI Group juga meningkat 13,7% menjadi Rp1.562 triliun.

Laba bersih konsolidasian BRI pada Triwulan I 2026 mencapai Rp15,5 triliun, naik 13,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sinergi dengan Danantara

Strategi penguatan fundamental BRI sejalan dengan agenda transformasi BUMN melalui Danantara Indonesia.

Chief Operating Officer BPI Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan bahwa Danantara mendorong perubahan menyeluruh agar BUMN memiliki fondasi bisnis yang kuat.

“Danantara hadir untuk memastikan BUMN tidak hanya tumbuh dari sisi skala bisnis, tetapi juga semakin sehat dari sisi tata kelola, efisiensi, dan manajemen risiko,” ujar Dony.

Menurut Dony, penguatan manajemen risiko dan tata kelola menjadi faktor penentu keberlangsungan bisnis BUMN dalam jangka panjang.

>>> Modi: Restorasi Candi Prambanan Akan Rampung Sebelum 2029

Perusahaan dengan tata kelola baik akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi global.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot