Pasukan Israel mulai menarik diri dari sejumlah wilayah di Lebanon selatan berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Kesepakatan ini bertujuan untuk menjauhkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran dari perbatasan Israel sekaligus mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir lima bulan.
Langkah penarikan ini menyusul kunjungan Presiden Lebanon Joseph Aoun ke Washington untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada Selasa (21/7).
Pertemuan tersebut menjadi yang pertama bagi para pemimpin kedua negara dalam hampir 20 tahun. Keduanya berupaya menekan pergerakan Hizbullah serta merintis jalan damai setelah dua putaran pertempuran sengit.
Pihak AS pada Senin mengumumkan pemberlakuan zona percontohan di Lebanon selatan.
Zona ini dirancang untuk memfasilitasi militer Lebanon mengambil alih posisi pasukan Israel di daerah-daerah yang selama ini diduduki.
Konsep di balik kebijakan ini adalah agar Lebanon mampu menegakkan otoritas militernya atas Hizbullah. Dengan demikian, Israel tidak lagi merasa perlu menempatkan pasukannya di seberang perbatasan.