Saham SK Hynix Inc. anjlok 19% pada Rabu (29/7/2026), menghapus valuasi puluhan kuadriliun rupiah.
Kejatuhan ini dipicu oleh laporan laba yang mengecewakan dan kekhawatiran pasar terhadap investasi berlebihan di sektor kecerdasan buatan (AI).
>>> AS dan Saudi Serang Kelompok Pro-Iran di Irak, Picu Eskalasi Konflik
Produsen chip asal Korea Selatan itu mengumumkan belanja modal mencapai US$31 miliar (sekitar Rp560,54 triliun) untuk tahun ini.
Angka tersebut naik setidaknya 50% menjadi 45 triliun won, didorong oleh kelangkaan memori yang meluas dan permintaan tinggi dari pelanggan seperti Apple Inc. dan Nintendo Co.
Margin laba kuartal Juni tercatat lebih dari 80%, sebuah rekor tertinggi.
>>> AS Larang Impor Robot Humanoid Asing, Targetkan China
Namun, pasar justru khawatir bahwa banyak raksasa teknologi global membangun pusat data melebihi kebutuhan, yang dapat mengakibatkan kelebihan pasokan di masa depan.
Optimisme di Tengah Kekhawatiran
Petinggi SK Hynix berusaha meredam kekhawatiran investor. Mereka mengklaim perusahaan sedang menandatangani kontrak jangka panjang tanpa tanda-tanda penurunan permintaan.
>>> Noor Faizah Maenofie Dokter Apa? Ini Rekam Jejak Istri Bupati Pemalang yang Ikut Diamankan KPK
Chairman SK Group, Chey Tae-won, menyatakan bahwa permintaan akan melampaui pasokan setidaknya hingga tahun 2030. Pernyataan ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
