Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan groundbreaking pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka di Kabupaten Bandung pada Rabu (29/7/2026).
Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menelan investasi sebesar US$400 juta atau sekitar Rp7,2 triliun.
>>> Satgas MBG Pandeglang Ingatkan Keamanan Pangan saat Renovasi SPPG Labuan 3
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa PLTSa Legok Nangka memiliki kapasitas pembangkit 40,79 megawatt (MW).
"PSEL Legok Nangka dirancang dengan kapasitas pembangkit 40,79 MW dengan nilai investasi sebesar US$400 juta atau sekitar Rp7,2 triliun," ujar Yuliot dalam agenda groundbreaking yang disiarkan melalui YouTube resmi Kementerian ESDM.
Proyek ini merupakan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) pertama yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
>>> UD Trucks Luncurkan Quester Model Year 2026 di GIIAS 2026
Pelaksana proyek adalah PT Jabar Environmental Solutions (PT JES) dengan fasilitas Viability Gap Fund (VGF) sebesar Rp1,34 triliun dari Kementerian Keuangan.
Selain itu, pendanaan juga berasal dari skema Joint Crediting Mechanism (JCM) senilai US$46 juta dan investasi internasional sebesar €35 juta.
>>> Kata Kemendagri soal Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi
Investasi ini juga bertujuan mendukung pemerintah setempat dalam manajemen sampah di hulu serta pelatihan pengelolaan sampah lebih lanjut.
