Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 12 kecamatan mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Dampaknya, sekitar 8.135 kepala keluarga (KK) mengalami krisis air bersih.
>>> Ukraina Klaim Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia Milik Lukoil
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan jumlah wilayah terdampak terus dipantau karena kondisi kekeringan masih berpotensi meluas.
"Hingga saat ini terdapat 12 kecamatan dengan sekitar 8.135 kepala keluarga terdampak kekeringan," ujar Achmad Taufik, Jumat, 31 Juli 2026.
Menurutnya, setiap desa memiliki tingkat dampak yang berbeda. Dalam satu desa bahkan terdapat lebih dari satu lokasi yang mengalami kekeringan.
"Ada desa yang memiliki satu titik terdampak, ada juga yang dua hingga empat titik," katanya.
>>> Prabowo Berkelakar Jadi Duta Kopi Usai Pensiun dari Presiden
Daftar 12 Kecamatan yang Terdampak Kekeringan
BPBD mencatat wilayah yang mengalami kekeringan meliputi Kecamatan Legok, Tigaraksa, Panongan, Rajeg, Kronjo, Curug, Kelapa Dua, Cikupa, Sukadiri, Balaraja, Mekar Baru, dan Pagedangan.
Seiring meluasnya wilayah terdampak, BPBD Kabupaten Tangerang mengusulkan penetapan status siaga bencana kekeringan.
Penetapan status tersebut dinilai penting untuk memperkuat koordinasi penanganan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
>>> 2 Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Timor Leste Piala AFF 2026, Sore Ini Jam 17.00 WIB
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menyalurkan bantuan air bersih dengan menggandeng Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR), Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang.
