Bursa saham Asia diperkirakan dibuka terbatas pada Selasa (4/8/2026). Investor masih mencermati pemulihan saham AS dan ketidakpastian situasi Timur Tengah.
Kontrak berjangka indeks Jepang mengindikasikan penurunan. Sementara itu, bursa Hong Kong dan Australia diperkirakan bergerak datar.
>>> Ketegangan Timur Tengah Mereda, Bursa Amerika Berseri-seri
Kontrak berjangka AS stabil setelah S&P 500 dan Nasdaq 100 naik lebih dari 1% pada perdagangan semalam.
Penguatan didorong oleh saham teknologi.
Saham Palantir Technologies Inc menguat setelah jam bursa. Perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan dan laba untuk setahun penuh.
Imbal hasil Treasury AS turun setelah volatilitas tinggi pekan lalu. Hal ini turut mempengaruhi sentimen pasar.
>>> Daftar Kerja Sama RI-Tailan Usai PM Charnvirakul Temui Prabowo
Harga Minyak dan Konflik Iran-AS
Harga minyak mentah AS stabil pada awal perdagangan setelah anjlok sekitar 5% pada Senin. Penurunan terjadi setelah Donald Trump menyebut perundingan sebagai 'kesempatan terakhir' bagi Iran.
Trump membatalkan rencana serangan, namun Teheran belum memberikan sinyal akan membuka kembali akses bebas kapal di Selat Hormuz.
Selat tersebut sebelum konflik membawa sekitar seperlima pasokan minyak global.
Kekhawatiran Valuasi AI
Kebangkitan saham teknologi AS pada Senin memberi kelegaan bagi investor. Namun, ketidakpastian Timur Tengah dan valuasi AI yang tinggi membuat kehati-hatian tetap meningkat.
>>> Trump Klaim Ada Pembicaraan dengan Iran, Teheran Membantah
Pekan ini akan dipenuhi laporan kinerja perusahaan. Investor mencari bukti bahwa belanja besar untuk AI mulai menghasilkan pertumbuhan dan keuntungan yang lebih kuat.

