unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Inflasi China Melandai, Tekanan Harga Minyak Mulai Reda
News

Inflasi China Melandai, Tekanan Harga Minyak Mulai Reda

Ilustrasi ekonomi China
Inflasi China Melandai, Tekanan Harga Minyak Mulai Reda
A A Ukuran Teks16px

Inflasi di tingkat produsen China melandai untuk pertama kalinya sejak perang Iran pecah pada akhir Februari.

Harga konsumen juga mengalami perlambatan, menjadi tanda bahwa tekanan biaya akibat guncangan harga minyak mulai mereda.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional China yang diterbitkan Minggu (10/8/2026), indeks harga produsen (PPI) naik 3,5% pada Juli dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka ini lebih lambat dari perkiraan dan turun dari kenaikan 4,1% pada bulan sebelumnya.

Ini merupakan perlambatan pertama sejak PPI China kembali tumbuh positif pada Maret akibat kenaikan harga minyak. Sebelumnya, PPI sempat mengalami penurunan selama lebih dari tiga tahun.

Sementara itu, inflasi konsumen melambat menjadi 0,5% dari 1% pada Juni.

Indeks harga konsumen inti yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi volatil juga turun menjadi 0,9% dari 1%.

Momentum Kenaikan Harga Masih Lemah

China telah keluar dari periode deflasi yang berlangsung cukup lama, tetapi momentum kenaikan harga masih lemah.

Lesunya belanja konsumen domestik sejauh ini membatasi kemampuan pabrik untuk meneruskan peningkatan biaya produksi kepada konsumen.

Kenaikan harga minyak, cip, dan logam global menjadi faktor yang mendorong biaya produksi, namun daya beli domestik yang rendah membuat produsen kesulitan menaikkan harga jual.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru