Inflasi di tingkat produsen China melandai untuk pertama kalinya sejak perang Iran pecah pada akhir Februari.
Harga konsumen juga mengalami perlambatan, menjadi tanda bahwa tekanan biaya akibat guncangan harga minyak mulai mereda.
>>> PLN Kawal Pasokan Listrik Andal saat Chelsea Taklukkan AC Milan 3-0 di GBK
Berdasarkan data Biro Statistik Nasional China yang diterbitkan Minggu (10/8/2026), indeks harga produsen (PPI) naik 3,5% pada Juli dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka ini lebih lambat dari perkiraan dan turun dari kenaikan 4,1% pada bulan sebelumnya.
Ini merupakan perlambatan pertama sejak PPI China kembali tumbuh positif pada Maret akibat kenaikan harga minyak. Sebelumnya, PPI sempat mengalami penurunan selama lebih dari tiga tahun.
Sementara itu, inflasi konsumen melambat menjadi 0,5% dari 1% pada Juni.
>>> OpenAI Tunda Pengembangan Model Astra karena Risiko Keamanan Siber
Indeks harga konsumen inti yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi volatil juga turun menjadi 0,9% dari 1%.
Momentum Kenaikan Harga Masih Lemah
China telah keluar dari periode deflasi yang berlangsung cukup lama, tetapi momentum kenaikan harga masih lemah.
Lesunya belanja konsumen domestik sejauh ini membatasi kemampuan pabrik untuk meneruskan peningkatan biaya produksi kepada konsumen.
>>> Perjuangan Mantri BRI Layani Warga di Pelosok Kaledupa
Kenaikan harga minyak, cip, dan logam global menjadi faktor yang mendorong biaya produksi, namun daya beli domestik yang rendah membuat produsen kesulitan menaikkan harga jual.
