Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan pada Minggu bahwa ia siap membiarkan tekanan ekonomi terhadap Iran meningkat, tampaknya mundur dari rencana serangan militer lebih lanjut meskipun Teheran mengajukan tuntutan keras.
Dalam wawancara singkat dengan Axios, Trump mengatakan, "Kami bersikap tenang." Pernyataan ini muncul hanya seminggu setelah ia mengancam akan menghantam Iran dengan keras, namun kemudian mengurungkan niatnya.
>>> Topan Dolphin Hantam China, 1.300 Penerbangan di Shanghai Dibatalkan
Axios melaporkan bahwa Trump tidak menunjukkan frustrasi atas penundaan Iran dalam menyetujui pembukaan Selat Hormuz.
Iran menuntut AS mengakhiri blokade pelabuhan dan mencabut sanksi minyak sesuai nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni.
>>> Inflasi China Melandai, Tekanan Harga Minyak Mulai Reda
Blokade Selat Hormuz oleh Iran sejak perang dimulai telah melonjakkan harga bahan bakar dan mengguncang ekonomi dunia, memberi tekanan pada pemerintahan Trump menjelang pemilihan paruh waktu November.
Trump juga mengatakan harga minyak turun sehingga konsumen Amerika merasakan lebih sedikit dampak perang. "Ini akan berhasil.
>>> Turki Kembali Izinkan Kapal Melintasi Selat Menuju Laut Hitam
Selalu berhasil. Ini seperti permainan catur," ujarnya tentang hubungan AS dengan Iran.
