BOGOTA, Kolombia — Harapan menemukan korban selamat dari gempa bumi yang melanda Kolombia barat lima hari lalu semakin menipis pada Sabtu.
Tim penyelamat kembali menemukan lebih banyak jenazah dari bangunan yang runtuh akibat gempa berkekuatan 7,4 magnitudo.
>>> X-Men MCU: Adam Driver Mister Sinister, Rilis 2028, Ini Pemerannya
Gempa terjadi tepat setelah pukul 07.30 waktu setempat di San Jose del Palmar.
Getarannya merobohkan gedung apartemen dan merusak sekolah, gereja, rumah sakit, serta rumah-rumah dari pelabuhan Buenaventura hingga kawasan penghasil kopi dan kota-kota besar di barat Kolombia.
Badan penanggulangan bencana Kolombia memperkirakan sedikitnya 294 orang tewas, 320 orang hilang, dan hampir 4.000 orang terluka.
Lebih dari dua pertiga kematian terkonsentrasi di kota Cali dan Pereira.
Fokus pada Pemulihan Jenazah
Kapten pemadam kebakaran Cali, Alberto Hernandez, mengatakan hanya ada satu lokasi yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Di lokasi lain, tim penyelamat memasuki fase pemulihan jenazah.
Dengan lebih dari 2 juta penduduk, Cali adalah kota terbesar ketiga di Kolombia.
Para pekerja penyelamat terus menyisir tumpukan puing beton, bata, dan logam untuk mencari mereka yang belum ditemukan.
Hernandez memperkirakan proses pemulihan jenazah akan selesai pada Minggu. Setelah itu, alat berat akan digunakan untuk membersihkan puing-puing.
Juana Catano, koordinator kelompok aksi warga, mengatakan upaya kini difokuskan pada pemulihan dan rekonstruksi. "Kami berada dalam masa duka yang mendalam," katanya.
Korban yang Menjadi Simbol Nasional
Kematian orang-orang yang menjadi simbol nasional semakin memupus harapan. Daniela Largo, 32 tahun, meninggal di rumah sakit setelah bertahan 36 jam di bawah reruntuhan.
Juan Felipe Giraldo, 24 tahun, ditemukan tewas setelah operasi intensif di hotel yang runtuh.
