Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan membom Oman jika negara itu menghalangi kesepakatan AS dengan Iran mengenai Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada jurnalis Fox News, Trey Yingst, pada Senin (17/8/2026).
>>> Teori Kemenangan Doctor Doom di Avengers: Doomsday, Mungkinkah?
"Jika Oman menghalangi, kami akan membom mereka habis-habisan," kata Trump, merujuk pada pembicaraan antara Oman dan Iran tentang kendali selat tersebut.
Sementara itu, Washington juga tengah menjalankan negosiasi sendiri dengan Teheran.
Latar Belakang Ketegangan
Pejabat Iran dan Oman telah berbicara selama berminggu-minggu mengenai pengaturan navigasi maritim di jalur pelayaran tersebut.
Kementerian luar negeri Iran pada Senin pagi mengatakan kedua pihak sedang menyusun deklarasi bersama.
Namun, Trump berulang kali menegaskan bahwa selat itu berada di bawah kendali AS, meskipun lalu lintas masih tersendat.
Pada Jumat, Trump mengklaim akan menyatakan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS.
Iran menanggapi bahwa jalur air energi penting yang diblokade itu "akan tetap menjadi milik Iran."
Sebelum perang AS-Israel melawan Iran dimulai, Hormuz dianggap sebagai jalur air internasional yang terbuka.
>>> HUT ke-81 RI: Wali Kota Tangsel Dorong Optimalisasi Potensi Daerah untuk Kedaulatan
Selat ini membawa sebagian besar pengiriman energi global serta komoditas lainnya.
Teheran menggunakan kendali efektif atas selat tersebut sebagai alat tawar melawan upaya AS yang dipimpin untuk menghancurkan militernya dan memaksanya meninggalkan program tenaga nuklir kontroversial.
Pantai Iran berada di sisi utara Hormuz, sementara Oman terletak di selatan.
Trump juga mengatakan Iran harus "mengibarkan bendera putih menyerah," menurut unggahan Yingst di X tentang wawancaranya dengan presiden.
Trump bersikeras bahwa dia tidak terburu-buru mencapai kesepakatan meskipun perang sangat tidak populer di kalangan warga Amerika menjelang pemilihan paruh waktu November.
Partai Demokrat yang menjadi oposisi berusaha mengambil alih Kongres dari Partai Republik milik Trump.
Trump memberi tahu Yingst bahwa ada jalur belakang langsung antara pemerintahannya dan pejabat Garda Revolusi Iran.
>>> Wabah Ebola di Kongo Jadi yang Terburuk Sepanjang Sejarah, 2.325 Tewas
"Mereka pemain poker yang baik, tapi mereka sekarat," kata Trump seperti dikutip.

