Seniman avant-garde Jepang, Yayoi Kusama, yang terkenal dengan pola polka dots pada lukisan, patung, dan instalasi museum di seluruh dunia, telah meninggal dunia.
Kabar duka ini disampaikan oleh studionya pada Kamis (27/8/2026).
Kusama meninggal pada 14 Agustus di sebuah rumah sakit di Tokyo. Hal ini diumumkan oleh Yayoi Kusama Studio.
Pernyataan studio menyebutkan, "Dia terus melukis hingga hari-hari terakhirnya, tidak pernah meletakkan kuasnya, dan terus mengeksplorasi cinta abadi dan jiwa yang kekal."
Studio juga berkomitmen untuk melanjutkan keinginan Kusama dan melalui seni, terus membawa harapan dan kekuatan bagi masyarakat dunia.
Karier dan Karya Ikonik
Kusama adalah salah satu seniman kontemporer paling dihormati di Jepang.
Karyanya dipamerkan di berbagai museum dunia, termasuk Museum of Modern Art dan Whitney Museum of American Art di New York.
Motif berulang menjadi ciri khasnya, seperti jaring, pusaran, atau cacing, tetapi yang paling sering adalah titik-titik. Titik-titik tersebut tampil mencolok di kanvasnya atau sebagai bola berkilau dalam instalasi.
"Polka dots itu luar biasa," kata Kusama dalam wawancara dengan Associated Press pada 2012, dengan wig bob oranye dan pakaian penuh titik.
Ia pernah berkata, "Saya ingin membuat seribu lukisan, mungkin dua ribu lukisan, sebanyak yang saya bisa gambar. Saya akan terus melukis sampai saya mati."
Kusama mengaku menggambar sesuai cara ia melihat dunia, yang dipenuhi bintik-bintik, bagian dari halusinasi yang ia alami sejak kecil.
Ia keluar-masuk institusi psikiatri selama puluhan tahun.
Meski sakit, ia menjadi salah satu wanita Jepang pertama yang pergi ke New York untuk mengejar seni pada 1957.