Militer AS mengalami kekurangan rudal pencegat canggih di Eropa yang disebut 'sangat kritis', terutama dipicu oleh perang dengan Iran.
Hal ini diungkapkan oleh seorang pejabat pertahanan AS di Eropa dan seorang pejabat NATO kepada Associated Press.
>>> SK Hynix Mulai Produksi Massal Chip AI di Indiana pada 2029
Kekurangan paling memprihatinkan terjadi pada rudal pencegat Patriot, yang mampu menembak jatuh rudal balistik berkecepatan tinggi milik Rusia.
Pejabat NATO mengonfirmasi rendahnya persediaan Patriot di pasukan AS dan NATO di Eropa.
Kedua pejabat berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah militer yang sensitif.
Jika Rusia melancarkan serangan rudal balistik ke markas militer atau pembangkit listrik, NATO bisa berada dalam posisi seperti Ukraina yang kekurangan Patriot.
Militer AS 'pasti' tidak memiliki cukup Patriot untuk menghentikan serangan rudal balistik berkelanjutan di Eropa. Kemampuan untuk bertahan dari serangan rudal tunggal atau rudal nyasar juga 'sangat terbatas'.
Situasi ini menggambarkan dampak beruntun dari keputusan Presiden Trump melancarkan perang melawan Iran, yang mencapai enam bulan pada Jumat.
Stok rudal AS di Eropa telah dipindahkan ke Timur Tengah.
Di Timur Tengah, AS dan sekutu Teluk telah menembakkan sejumlah besar pencegat, termasuk Patriot, untuk menggagalkan drone dan rudal Iran.
Beberapa serangan tersebut telah menewaskan dan melukai tentara AS.
Meskipun serangan rudal balistik Rusia terhadap negara NATO tidak diperkirakan segera terjadi, Direktur CIA John Ratcliffe pergi ke Moskow minggu ini untuk memperingatkan Rusia agar tidak menyerang.
Trump meremehkan perjalanan langka dan rahasia itu, menyebutnya 'semi-rutin'.
Pejabat Eropa dan NATO mengatakan Rusia bisa menyerang negara-negara aliansi pada 2030. Stok Patriot diperkirakan pulih pada saat itu.